Ya Namanya Orang
Ya namanya orang, beda-beda Beda prinsip, beda kehidupan juga beda ideologi Rasamu juga tak sama dengan rasanya Dalam mengecap pekanya kehidupan sekitar pun beda Ya kukira memang, aku yang picik saja, laki-laki dewasa yang tak tahu apa-apa Kukira dalam lingkup yang lebih besar aku memang yang salah dan berdosa Jadi kembali lagi maafkan aku ya Kata-kata nerakaku dan racauanku tak usah kau hiraukan Kau juga mungkin tak peduli Untuk dosenku, memang yang paling benar dan bijaksana Aku akui itu, kata-katanya pun sangat baik dan tak menyakiti para mahasiswanya Aku akui bu, kamu memang dosen yang maha oke, maha baik Mungkin aku saja yang bodoh tak bisa menerima obrolanmu yang seluas semesta itu Karena otak dan hati hanya sekecil debu Tak mampu menampung rasa cintamu yang penuh banyak perspektif itu Kukira memang aku yang sempit dan culas dan bodoh