Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Ibu dan Cahayanya (13)

Tiada Sebuah idiom para sufi-sufi zaman dulu dan sekarang Kesadaran meniada dan penyatuan menjadi hangat akhir-akhir ini Candra Malik pun yang paling lantang berguyon soal ini Samudera debu yang sekecil-kecilnya berada disemesta ini Cinta apalagi Kasih sayang Surakarta, 23 April 2022

Menakar KeinginanMu Dariku

Semalam Simbah berkata yang selalu membuat anak cucunya resah Apalagi aku yang masih bodoh ini kadang selalu bingung dalam mencernanya "Apa yang kulakukan didunia hanya dari perintahNya" Kurang lebih seperti itu, bukan karena perintah yang lain-lain Akibatnya bekingan dan bantuan juga langsung tersalur dariNya Jika bos menyuruhmu rapat diluar kota dan kau kesulitan saat perjalanan maka yang bertanggung jawab adalah bos Dan jika karena suruhaNya ya yang bertanggung jawab langsung dari sang pemberi pertolongan Aih, tapi bagiku tugas apa yang diperintahkan kadang masih membingungkan Mencari-cari dan kadang takut jika itu bukan perintahNya Sabrang menjawab jika bingung ikuti agama saja itu simpel horizonya Tapi sibebal ini kadang lalai akan hal itu Lantas sok-sok mencari atas nama passion itu Resah, bingung, gusar semua bergumul dikepala Surakarta 22 April 2022

Ibu dan Cahayanya (12)

Karena mencintaimu itu wajib Apapun ingatan buruk yang terekam diotaku Tapi harus membalas rahman rahimu Sebuah utang rasa yang membebankan pundak anak-anakmu ini Karena sungguh tak sebanding hitunganya Apalagi rasa Seperti saat penjual nasi sayur yang ramah terhadapmu Yang kau beli hanya jasa dan barangnya bukan rasa ramah dari penjual itu Sebuah hutang yang selalu lalai dari anak-anakmu ini bu Tak merawatmu di senja kala kehidupanmu Yang harusnya duduk menikmati sore ditemani anak cucumu yang bermain dipelataran Surakarta, 22 April 2022

Ibu dan Cahayanya (11)

Karena semua terselimuti oleh kasih sayang Dan yang kau beri hanya pahit biji sisa buah-buah yang manis Banyak orang mungkin akan menertawaimu bu Tapi karena terselimuti kasih sayang Aku berpandangan lain soal biji-biji pahit yang kau kasih Kau sengaja tak memberiku daging buah yang manis karena suatu hal Ya benar, agar aku menanam Sebuah hal yang akan selalu kuterima dan kuolah lagi Tak diberi langsung jawaban yang kongkrit tapi melalui sebuah pencarian Aku mensyukuri itu Surakarta, 15 April 2022

Manajer yang Tuhan

Kuasa memang jebakan Apapun bentuk menifestasinya Entah kuasa kepala pemerintahan Atau sampai yang lebih kecil Ya benar Kuasa atas dirimu sendiri Jika ditempat kerja selalu ada manajer yang semena-mena Memakai kata yang kasar Membanting wadah saat kau membuat kesalahan Membanting mentalmu, sungguh kuasanya menutup nuraninya Selalu ada konsep untuk memaafkan si manajer itu Segarang apapun dia dan seburuk itu juga kata kasarnya terhadapku Aku selalu punya konsep-konsep dari marja' maiyah Banyak sudut pandang yang membuat omonganya itu hanya seperti sapuan angin Tak berasa dan tak menyakitkan Lalu munculah ruang-ruang sunyi pada dini hari ini Memgadu pada sang pencipta bulan di jalan selamet riyadi Mengadu pada tulisan yang orang lain tak membacanya Mengadu dan mengolahnya pada semesta yang menjadinya otokritik diri Surakarta, 12 April 2022

Ibu dan Cahayanya (10)

Gambar
Tidur dipinggir-pinggir jalan Mungkin malam ini dan malam-malam besok akan seperti ini bu Kembali meniduri jalanan Lalau bersubuh di masjid kalitan solo Mungkin besok-besok tempat ini jadi saksi memori juga Menunggu terbit mataharu di rumahNya yang historis Warisan dari leluhur agung dan presiden Juga teman Mbah Nun Surakarta, 9 April 2022 Masjid Nurul Iman Kalitan

Lapar, Sakit dan Kerja

Pernahkah kau bekerja di luar kota Jauh dari rumah, jauh dari orang tua Lapar dan dingin menghantui dini hari Pagi saat bekerja perut perih karena belum makan Apalagi saat bulan ramadhan, selalu tak sahur dan buka seadanya Bertarung dalam manajemen diri melawan uang Banyak konsep hidup yang menahan itu semua Tapi semua kalah dalam pertarunganku Uang selalu menjadi bayang-bayang kemanapun aku melangkah Maaf bu Surakarta, 7 April 2022

Nikmat Lapar

Anakmu lapar bu Tapi kembali lagi tak apa Kau sudah sering mengajarkanya kepadaku Harus bertahan sampai tanggal gajian Aku selalu menikmati kelaparan ini Ya kadang juga sambat sewaktu waktu Tapi untungnya aku bisa menikmatiny Ya walau tak setiap saat aku begitu Karena aku bukan orang tua yang selalu dicintai banyak cucunya itu

Anak Kecil dan Peci Maiyah

Tubuhnya kecil Kulitnya kecoklatan Senyumnya manis Senja dia pergi ke surau Tentu dengan peci maiyahnya Putih merah yang khas itu Masa depan tak begitu dihiraukan Riang gembira bermain disamping surau Berhasil dan gagal selalu dalam tawanya Adzan berkumandang Para anak kecil dimarahi dan disuruh masuk Duduk diam ketakutan Tapi selalu usil ketika bersebelahan Menyeriusi permainan yang dibuatnya aihh Surakarta, 5 April 2022

Ibu dan Cahayanya (9)

Sekarang hari selasa bu Hari yang lelah untuk karyawan disini saat closing Keluar masuk barang masih diangkat manual Mungkin jam 2 dini hari baru selesai Tapi tak apa Merasa diri laki-laki seperti malu atas gender Aku bersyukut atas cahayamu Kembali saat puasa yang ketiga hari ini tanpa nasi sama sekali Semoga tak apa dihari tua Yang kupedulikan adalah hilir manfaat yang terganggu jika aku sakit Mungkin nanti malam aku akan makan Lapar kadang membuat ruang sunyi semakin mesra dan dekat Terimakasih bu atas itu semua Surakarta, 5 April 2022

Pengasingan Diri

Menghilang dalam semua temu Memendam yang harusnya dipendam Mengurung dalam dinginya sunyi Sampai pada suatu malam Kau ketahuan Menampakan diri kepermukaan Disapa oleh teman mu dulu Seperti sebuah pertemuan yang panjang Temu selalu menjadi oase dari pengasingan Tapi juga ingat dalam pengasinganmu Juga harus terus bertumbuh dengan yang kau yakini Terus menerus membaca Terus menulis Surakarta, 4 April 2022

Konsep DMY dan DMS

Di Masa Yang datang atau DMY Di Masa Sekarang atau DMS Tentukan tujuanmu pada DMY se optimis mungkin dan jadi titik horizon Lalu DMS akan menjalaninya sembari melihat apa yang dibutuhkan untuk sedekat mungkin dengan DMY DMY menjadi hakim2 dari perjalanan itu

Ibu dan Cahayanya (8)

Bu, cahayamu masih ada Walau seredup ini setidaknya tak mati Selalu ada dalam diri-diri saat melangkah Warnanya putih terang Menerangi sisi sisi yang sebagian gelap Kini ku mulai merwatnya dan membesarkanya lagi Regenerasi yang tak pernah mati Mengisi hitam putihnya semesta Dan senantiasa jadi satu dan menyatu Apapun bentuknya Siapapun penjaganya Selalu ada Surakarta, 4 April 2022

Anak Kecil di Belantara Hutan

Tubuhnya ringkih kurus Tak seperti anak kecil normal pada seharusnya Berpakaian sederhana dan lusuh tengah-tengah hutan Rasa takut selalu menyertainya Tapi kadang juga bahagia karena lamunan sendiri ditengah belantara Mengamati cahaya-cahaya yang masuk dalam pohon rindang dipagi hari Malamnya takut karena suara auman kadang terdengar ditelinganya Perutnya berbunyi karena kelaparan Hanya memakan buah-buahan dan tanaman yang bisa dimakan Suatu malam merupakan malam yang panjang bagi anak itu Singa yang kelaparan mengintai dibalik semak yang tingga Kuda-kuda siaga dan berdiri memegang batu dilakukan oleh anak kecil itu Seketika singa menerjang dan menerkam tubuhny Hanya batu dan sisa tenaga dari badan yang kurus agar bertahan hidup Pukulan batu tepat mengenai rahang singa itu lalu singa pergi Tapi cakar dan gigitan dibahu lengan kanan masih menyisakam perih dimalam yang panjang itu Surakarta, 3 April 2022

Mensyukuri Tulisan Sendiri

Saat yang pas dari menulis adalah saat jeda istirahat kerja Seperti sebuah angin segar dan air es dalam oase keseharian Tercurah dalam bait-bait tulisan yang tak penting Bukan karena ingin abadi atau untuk dikagumi saja Kadang di masa depan, membaca tulisan sendiri seperti sangat menyenangkan Fragmen-fragmen kehidupan sedikit terekam karenanya Aku mensyukuri itu, seperti saat ini Membaca tulisan-tulisan lampau begitu berkesan Surakarta, 3 April 2022

Ibu dan cahayanya (7)

Bu maaf ya bu Anakmu belum bisa pulang kerumah Pasti sahur dan buka akan bahagia jika makan bersama didepan tv Disini nampak berat dan susah bu Tapi beruntungnya bisa kuat karena doa mu Juga karena didikanmu yang mungkin tak kau sadari Juga gen-gen bawaan yang menyatu dengan cintamu Semoga semakin kuat disini bu Berada ditempat ini benar-benar tangguh karenamu Juga kontrol dendam yang sangat bisa kulakukan Tapi tak kulakukan juga aku yakin dari doamu Terimakasih bu Dan maaf sekali lagi Surakarta, 3 April 2022

Berselimut Dosa-Dosa

Lekat dalam tubuh Merasuk hingga menyatu Jiwa dan dosa bercampur Disayangkan mayat-mayat leluhur Apakah aku golongan yg paling rendah?