Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Ibu dan Cahayanya (6)

Ekspresi sayang Termanifestasi dalam laku Dalam peran Dalam segala hal Sedangkan aku Masih mencari Dimana horizon Dimana titik itu Agar bisa kukejar Juga jadi batas Jadi hakim Jadi hukumanya Segalanya terjebak Maaf ibu Selasa, 29 Maret 2022

Ibu dan Cahayanya (5)

Terbangun disiang hari Penyakit-penyakit malas menjamur Dalih kerja keras alasan pembenaran Lingkaran proses kotor Yang lama dan lambat Tentu saja merugikan diri sendiri Tapi kau tetap hadir dalam raga Dalam jiwa-jiwa kegagalanku Benar kata umbu Korban terimakasih, restu dan ampunan Maaf kan anakmu ini ibu Surakarta, 28 Maret 2022

Mengagumi Umbu

Hai mbah umbu Bagaimana kabarmu disana? Apakah disana lebih sunyi daripada dibumi atau bagaimana Kalimat yang paling tak bisa dilupakan adalah puisimu yang berjudul Ibunda Tercinta "Korban terimakasih, restu dan ampunan" Apalagi saat dinyanyikan oleh Nankinun Suara tinggi dari dosen UAD itu tak pernah kulupa Dan makna dari puisimu Aku sangat mengaguminya Surakarta, 27 Maret 2022

Ibu dan Cahayanya (4)

Embun-embun menghinggap dedaunan Terbatik rapi dalam lukisan bentang alam Tak banyak yang menyadari kehadiranya Kadang tersapu saja oleh kaki anak kecil bermain bola Banyak cinta-cinta disana Banyak cahaya pagi menembus awan-awan Lagak tawa menghiasi permainan pagi hari Orang-orang tua sudah beristirahat menyantap sarapan di sawah-sawah Mendahului terbit fajar yang sudah amat segera Banyak cinta-cinta juga Dimanapun dan Kapanpun Surakarta, 27 Maret 2022

Ibu dan cahayanya(3)

Air-air selalu mengalir Menyelimuti tanah-tanah dingin malam Mengalir ke yg rendah dan selalu begitu Cinta? Ya benar Cinta yg menghormati kesejatian Jika turun maka turun Jika ikhlas memberi maka ikhlas Tak perlu kata pembuktian Tapi memang begitu seharusnya Cahaya? Tak pernah padam dan selalu diberikan Surakarta, 27 Maret 2022

Ibu dan Cahayanya (2)

Terik-terik matahari membanjiri jagad-jagad disekitarnya Kiblat bagi galaksi, bagi planet-planet disekitarnya Selalu bekerja dengan semestinya Sesuai porosnya, sesuai cintanya Kau pun sama dengan ibumu Dengan orang-orang yang sepenuhnya saling mencinta Saling mengiblatkan dan memperhatikan Rapi berjajar sempurna tanpa aturan kaku Seperti semut-semut dengan tanggung jawabnya Surakarta, 26 Maret 2022

Kagum

Gapapa jatuh diremehkan  Bertarung dalam arena gagal Tersayat pedang dalam kegelapan Terjerumus kebodohan Tapi juga tak apa Ini masih terus memanjat Sebisa bisanya Dengan kemampuan bertarung yang secukup cukupnya Dengan alat yang seada-adanya Yang paling penting dan utama yaitu "Yang penting Panjenengan kagum sama usaha saya Gusti"

Ibu dan Cahayanya

Terimakasih atas cahayamu bu Kan kurawat cahaya ini dan kubagikan ke yang membutuhkan Tak pernah padam Walau kadang redup dan samar Tapi tetap ada dalam diri ini bu Doakan aku bisa meneruskan cahayamu Cahaya-cahaya yang selalu kubutuhkan Surakarta, 25 Maret 2022

Kembali Kosong

Seperti kesurupan Badan panas pikiran menghening Otak kosong hati semerah iblis Memerah lalu menghitam jahat Sedih gundah seperti tertutup Bahkan saat berinteraksi Setan-setan menguasai suasana Orang-orang menjauh karenanya Siapa aku sebenarnya, apa ini? Apa ini diriku yang sebenarnya? Apa aku ini memang setan Merah menghitam jahat ada padaku Kembali kosong, kembali menghitam Aku takut ini memang diriku Setan, iblis besertha hitam jahatnya Fajar indah surakarta, 5 Maret 2022