Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Idealitas yang Kukira Semu juga

Jabatanya berwibawa Membawa pangkat ketum komisariat disebuah himpunan terbesar dinegeri ini Berjiwa kepemimpinan apa adanya dia mengemban idealismenya itu Administratif yang dikiblatkan kukira tak lagi relevan Kebermanfaatan? Ya, begitulah tolok ukur yang seharusnya Berbeda dengan teman-temanku dijalan sunyi Dipinggir-pinggir jalan menerangi sekitarnya sebisa-bisanya Tanpa laporan pertanggung jawaban, tanpa rapat pleno, tanpa ad/art Menyisihkan kesemuan administratif yang asu itu Ya cukup baik jika manfaatnya optimal, tapi sepengalamanku hanya menjadi penjara bagi kebermanfaatan.  Sukoharjo, 16 Februari 2022

Utopia Semu

Enak ya menjadi keluarga yang kaya Berpendidikan sejak dari dalam kandungan Diberi fasilitas, sekolah mahal, gaya hidup mewah Lalu kuliah dijurusan bergengsi dengan biaya kuliah paling mahal Biaya hidup tak perlu dipikirkan Lalu menjadi idealis disebuah himpunan mahasiswa Nongkrong di tempat mahal, rapat ditempat estetik, baca buku di cafe kopi mahal Sebuah utopia semu dari orang sepertiku yang menganggap hal seperti diatas adalah surga Mungkin juga karena sifat manusia yang seperti itu Menganggap hal-hal yang kaya dari orang miskin sepertiku menjadi sebuah surga Dan mungkin juga dari orang-orang kaya disana yang menggap orang lain yang lebih tinggi darinya juga surga Utopia semu Sukoharjo, 16 Februari 2022

Tentang Sebuah Altruisme

Wanginya masih wangi Altruis selalu wangi bagiku Tapi kadang tersandung sendiri karena uang itu sendiri Tapi tetap saja wangi Menyandarkan hal kepada orang yang tepat membuat altruis semakin wangi Hal-hal yang menguasai keduniawian menghijabi wangi altruis Menghalangi wangi-wangi itu karena teknologi dan kemajuan Tidur diteras-teras ruko tak lagi sunyi Terhijabi bawah sadar teknologi dan kemajuan Altruis, tentang sebuah wangi-wangi membantu orang lain Agak menyisihkan haknya sendiri untuk orang lain Aku rindu kala itu Tapi seperti sekarang ini Tersandung uang dan keenakan Wangi altruis mulai pudar Kembalikan wangi itu Kembalikan Karanganyar, 15 Februari 2022

Pak, maaf Nggih Pak

Pak maaf pak Ampuni anakmu ini Ampuni segala kebodohanya laj Ampuni segala kebohonganya

Apakah Harus Melawan dengan Emosi

Sebuah kasus Ya karena terpancing juga

Hanya Lemah Terhadap Lingkungan

Dulu saat berkonflik dengan atasan waktu di nasi goreng, selalu ada empati dari teman disana Dan disini, sepengalaman dan seempiris saat tulisan ini ditulis benar-benar selfish atas nama uang Entah memang seperti itu atau problem sistem tak tahu Otokritiknya adalah saya lemah terhadap lingkungan tapi tangguh terhadap problem dengan atasan Dari hal ini kembali menemukan diriku sedikit, ya hanya sedikit Seberpengaruhnya teman dalam menjadi bahan bakar untuk menjalani pekerjaan Sekeras apapun atasan jika saling berempati dilingkungan teman bukan masalah bagiku Omongan atasan hanya saluran lidah busuk kapitalisme, sudah sedikit menghamba kepada uang dan merekapun sepengalaman saya berpihak disana Tetap saja yang menjadi sasaran empuk kesalahan adalah kaum buruh pada lapisan terbawah Sebuah catatan untuk diriku sendiri Sebuah evaluasi Otokritik Dagen • 2 februari 2022 . 12.37 (saat istirahat) 

Ya Meromantisasi Ya Melihat dengan Jernih, Seharusnya

Apa cukup diromantisasi penderitaan ini?  Bukanya harus melihat secara jernih juga?  Tanpa sekat-sekat hijab dan tabir yang membendung Sadari saja Akui saja Lihat dengan jernig Bahwa dirimu Gagal Sroyo • 1 Februari 2022

Teman Lama yang Kembali

Hai teman Lama tak berjumpa Kukira kau selalu hadir dalam tiap waktuku Ternyata tidak, dan kali ini kita bertemu kembali Kesedihan dan diriku akhirnya bermesraan kembali bagai teman lama yang lama berjump Masa-masa SMA seperti terulang kembali Rass takut karena kehinaan, dipandang sebelah mata, dan sempitnya pilihan yang harus dijalani Jika waktu awal kuliah masih banyak pilihan untuk memilih dan mencari teman yang saling menghargai Kini didapur kapitalisme, arena dan suasana saat SMA seperti sama persis Harus datang kesekolah bak taman   penghinaan Menggoyah mental dan kali ini lebih sulit karena beradu dengan tenaga juga Jargon-jargon bersatunya buruh hanya kiasan semata direalitas kapitalisme Tak seheroik perjuangan che guevara dan hegels Tapi jangan-jangan, apakah hidup memang seperti itu?  Saling memakan yang lemah dan memperkuat diri dengan fiksi uang?  Untungnya kesedihan langsung datang dengan cepat dan memeluku Sampai pada nadi yang terdekat kita selalu berbicara dengan satu l...

Maaf dan Ampuni Saya Tuhan

Kurasa, diumur yang mau ke-24 ini banyak sekali kesalahan kepada manusia dan kepadaMu Tuhan Apalagi kausalitasmu terhadap sebab akibat dari alam dan manusia Kurasa yang kurasakan saat ini dibayar secara cepat sebab akibat dari karma Atau dunia ini memang keras dan jahat untuk orang sepertiku Tepat saat belum genap satu bulan bekerja dipabrik ini, banyak dimanfaatkan, diremehkan sampai dihinakan oleh orang yang baru saja kenal Apakah dunia memang seperti ini? Evolusi yang kuat yang menang dan memanfaatkan yang lemah?  Atau memang kausalitas karma dari orang2 yang pernah kusakiti Kukira hari ini hari terakhir bekerja dipabrik ini, semoga habis pulang nanti mendapat upah Dan yang lebih pelik lagi, cuti kuliah atau menyerah begitu saja terhadap idealisme kemandirian Pulang? Entah sebuah keputusan pecundang atau menuruti nurani yang ditindih jahatnya dunia, jahatnya tenan, dan lemahnya diri Aku masih saja mencari yang kutahu, mencari-cari dari kupu-kupu lemah ini Kenyataan diri yang menggap...