Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Maaf Nggih Pak, Bu

Pak maafkan anakmu ini ya pak, hidupnya selalu merengek-rengek pada sunyi Juga untuk ibu, maaf nggih bu, anakmu ini suka mengeluh terus saat jalanya sulit Penuh tanjakan dalam tiap langkahnya Aku ndak tau bu, kapan anakmu ini akan sukses berhasil Beban kuliah saja tidak selesai-selesai, ya memang pengecut dengan alibi menjadi buruh pabrik disemester akhir  Pak maaf banget ya pak, seperti ga ada untung-untungnya dari anakmu ini Walau anakmu ini makin kurus dan hitam, tapi tak apa pak Ya mungkin semakin melengkapi akan gagalnga suatu perjalanan dilihat dari fisiknya Sajak ini kutulis diwaktu istirahat saat di pabrik karanganyar Penuh rasa gagal, tapi semoga bapan dan ibu memaafkan anakmu yang gagal ini pak, bu 12 jam kerja dengan mengharap rupiah untuk bertahan ditanah perantauan Banyak pelajaran, banyak guru, banyak ruang-ruang sunyi Sukoharjo, solo, karanganyar akan menjadi tempat monumental kegagalan ini Tapi tak apa bu, sepertinya anakmu ini memang pantas mendapat kegagalanya Aku tak...

Sekarang Seperti Tak Ada Siapapun

Bunga-bunga yang tumbuh telah hilang Kemarau datang sangat panjang dan sangat awal Tanah kering tandus tak tersisa hanya kehampaan Bahkan karena dosa ini, aku malu menyebut Tuhan ada Aku tahu Engkau disana Tuhan, tapi seperti tak berani menyebutnya Karena dosa-dosa, salah demi salah Orang tempat bercerita seperti sebuah bunga-bunga yang hilang itu Hanya termenung sendiri ditengah sabana yang kering dan kuning Sengatan terik sore yang menuju malah Mungkin hanya malam dan sunyinya bisa kubuat cerita Cerita-cerita tentang orang terbuang sepertika Diberbagai lingkaran yang selalu tak dianggap Dibuang, diasingkan Menanti malam dulu ada dirimu ditengah sabana ini Sekarang sudah tak ada Hanya berganti ruang kosong yang tambah sunyi tempat kau duduk kala itu Cepatlah malam matahari, aku ingin segera bercerita kepada malam Mangesti, 11 Januari 2022