Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020
12 jutahahaha

Melati Depan Rumah

Aku iri kepadamu melati Bahkan setelah sekian lama kau masih menyapaku Dengan hangat pula, setelah beberapa bulan tak ada kabar Padahal hanya  1 langkah untuk sampai ke melati depan rumah Terimakasih ya mel, semoga kamu sehat juga Jepara, 26 Oktober 2020

Dan Mungkin Esok Hari

Dan mungkin esok hari Kupu-kupu kayu dapat terbang dengan kedaulatanya Dapat kesana kemari secara merdeka Tanpa intervensi dari psikis dan keadanya Atau mungkin esok hari Kupu-kupu kayu mati kelaparan dan keputusasaanya Terkubur dalam tanah dengan jajahan pilihanya Juga terseok-seok oleh keadaan yang tak dikuasainya Dan mungkin esok hari Bunga tumbuh ditembok beton yang keras Menghancurkanya dari dalam dengan akar dan batangnya Biji-biji bunga yang ditabur suksek merobohkan tembok dengan mekar bunganya Atau mungkin esok hari Bunga tak tumbuh di tembok beton itu Bunga mati melawan tembok beton yang kokoh Dan jutaan biji bunga tak tumbuh di tembok tersebut Dan mungkin esok hari Sawah-sawah kembali berjaya dengan menggulingkan pabrik-pabrik Suara gemersak padi karena terpaan angin tanda menangnya sawah atas pabrik Para pegawai pabrik menjadi para petani dengan bahagia Atau mungkin esok hari Sawah-sawah kalah dalam pertempuran melawan parik Tak ada bunyi padi yang diterpa angin, hanya pana...

Dasar kamu rob

Aku juga rindu saat kita lapar bersama kawan. Bahkan sampai kekasihmu membelikan kita jajan dan memakanya di kamar Lalu bicara tentang hidup seperti kita yang paling disakiti didunia saja Kuingat kau menyiapkan kain dan tikar karena kutaktahan dingin lantai Lalu kadang bergantian kumembelikanmu makanan Sekarang seperti sungguh lama sekali Apakah karena suatu masalah menghadirkan suasana masa lalu? Tapi yang kurasa waktu itu begitu mesra Bahkan beberapa kenangan tak penting begitu indah sekali Saat bercanda, saat meminjam sabun bahkan saat berangkat kuliah bersama Diperjalanan selalu teringat bagaimana kau kita mengendarai waktu Sungguh cepat karena bahagia Sungguh sangat merindu kali ini Bahkan kata yang kupilih amburadul karena hanya mengetik Sangat tak indah tapi yang kutahu aku sangat merindu Jepara, 26 Oktober 2020

Mimpi

Ah kawanku dari Sukoharjo ini diam-diam menghampiriku tadi malam Kenapa rob? Hahaha Kurasa aku yang rindu kesederhanaanmu Mimpi tadi malam kau agak malu-malu hehehe Kok nyambung dengan masalah-masalah yang kudapat Kau memintaku terbuka bukan? Berat sekali rasanya Bahkan menceritakanya ke orang-orang sepertimu yang sudah dekat Mungkin harusnya kuceritakan tadi malam dimimpi itu Tapi sayangnya tak sadar jika itu mimpi Mimpi yang panjang Mungkin mimpi terpanjang yang pernah kualami Mengerjakan tugas dilapangan Membaca peta dan makan bersama kelompok Ahhh apakah itu PKL 4? Hahaha PKL dalam mimpi hahaha, jujur begitu rindu walau dalam mimpi Kurindu menunggu pagi mengerjakan jurnal di I lt 4 haha Bahkan waktu itu sahut bersama disana dan paginya berkuliah Tapi yang paling kuingat dirimu rob hahaha Roby roby, semoga selalu sehat dan bahagia rob juga kepada keluargamu yang sangat ramah saat kubertamu di pelosok Sukoharjo Cinta dan rindu untukmu dariku Jepara, 26 Oktober 2020
Memang benar, idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda

Idealisme

Apakah esok hari masih memegang idealisme? Ataukah bahkan hari sudah hilang
Menangislah
Tak berguna
Lemah
Banyak bacotan sia-sia
Dasar cuma banyak tulis

Maaf dan ampun

Maafkan diri ini Juga ampuni Yang selalu terjatuh dilubang-lubang yang sama

Diam pun salah

Ya Benar Fungsi mu apa to? Jumud ga berkembang Ga berjalan Bahkan diampun melakukan kesalahan Apalagi bergerak

Tak Berguna

Realita tak berguna sungguh menyakitkan Begitu bukan? Benar kata Almarhum Pak Kamba Banyak tafsir lupa bertuhan Al fatihah buat belia

Menjual Gelar

Apakah benar dari kebutuhan? Lalu menjual ilmu Menyekolahkan di sekolah dokter yang mahal Lalu menjual kembali gelar mahalnya Ah aku lupa kebermanfaatanya Dan mungkin banyak yang tak kutahu Kutarik pemikiran negatifku Maaf

Bilang saja

Bilang saja budokter Apa aku saja yang berpikir negatig Kurasa benar Ya benar Aku yang salah

Uang

Aku tak tahu Semua begitu sama Bahkan penyembuhan Sistemik?

Impian suatu hari nanti

Setiap orang punya mimpi dan pimikiran, jadi jika sudah saatnya, kuingin hal ini terjadi saat diriku masih hidup, dan jika tak ada setidaknya masih ada tulisan ini yang menjadi buah pemikiranku. Baiklah ini dia: Hidupnya Simpul Ormada Sekolah Alternatif Mimbar Ekspresi Pemerataan Investasi Pertanian Saat ini hanya 4 itu saja, mungkin bisa bertambah atau berkurang atau digabung, mungkin ditulisan ini sangat singkat, jika mau berdiskusi chat atau datang kerumah ya hehe 1. Pernahkah kalian merasa mahasiswa-mahasiswa daerah yang berkuliah di universitas besar tidak satu wadah dalam membangun kotanya? Saya tidak terjun jauh disana, tapi yang kurasakan sekarang seperti itu. Mahasiswa ormada yang tentu dengan intelektualnya dan masa emas usianya perlu satu wadah untuk membangun desa-desa dikabupatenya, mungkin problem utama adalah jarak dan jarang pulang kerumah, tapi mari kita agendakan 1 bulan sekali mengabdi di kabupaten kita sendiri, seperti pembuatan fasilitas umum didesa-desa, bantuan s...

Kausal Maharaja Misteri

Malam menari pagi tersungkur Kau bilang menari saja kawanku Kubalas kuresah karena itu, bagaimana dengan esok hari? Esok hari? Menari saja, kutahu juga esok hari selalu menari, ya walau kadang tarian kesedihan Bagaimana kau tahu dan seyakin itu? Orang tua pada sudut jogja pernag berkata itu, kurasa kaupun juga, lupa? Dengan berbuntu-buntu dan pergolakan dalam otak kudiam saja Sungguh maha misteri kausal itu Benar tidak? Jepara, 25 Oktober 2020

Perjalanan

Tuhan, jalan apa ini? Aku tak tahu harus kearah mana Bahkan bergerak pun kurasa salah Apalagi berjalan, apalagi berlari Sebab akibat sangatlah menampar juga menggandeng Pikiran apa ini Tuhan? Kumenciptakan hal-hal yang jahat Tak hanya padaku, bahkan keorang lain Sadar lembutnya sesuatu tapi tak menggerakan apapun Apakah memang sudah tepat sadar? Ahhh begitu membingungkan Dalam jalan-jalan yang penuh persimpangan Belakangan ini hanya diam tak berani berjalan dibeberapa persimpangan Bahkan diampun tak sekedar diam Kurasa kumenghalangi jalan-jalan orang lain dan merusak jalan itu Jalan yang kurasa mudah tak semudah yang terkira Banyak hal-hal lain yang lebih mendasar Seperti pilihan, lalu pikiran juga hati Lapar, kesal, marah, sedih, menangis Perjalanan macam apa ini Tak bersyukur, hanya diam tanpa gerak Dan tulisan macam ini? Memaksa dan seadanya, apakah tidak malu dengan Tuhan? Kata-kata yang acak dan mungkin kurang bermanfaat Hanya sebatas kata tak mampu menata Tatanan-tatanan jalan ya...
Ulung dalam peran sandiwaranya Sangat miskin diluar arena teater
Dengan enteng menusuk semuanya
Tanpa ada dalih penderitaan sebelumnya
Lalu menusuk keluargamu
dan teganya, kau menusuk jantung ibumu sendiri
Tak apa jika menusuk jantung sendiri, masalahnya kau pun menusuk jantung yang lain
Menusuk jantung sendiri
Tusukan yang dibuat sendiri
Penuh tusukan
Penuh tamparan
Sungguh sakit
Sudah ringan, masih saja tak bisa. Menyepelekan lagi
Manusia apa kau inu
Tak hanya tulisan, sudah penuh teori egois lagi, tanpa dilakukan
Yang sungguh egois
Bakar saja tulisan-tulisan sampahmu itu
Sungguh egois, selalu memcari enaknya saja
Kau pantas menerimanya
Tersungkur saja dalam debu2 itu
Selalu cari enaknya sendiri
Egois
Minin respon
Minin aksi yang nyata
Dasar manusia teori
Nikmati rasa sakitmu
Sudah tersungkur saja
Penuh teori !!!!
Kebanyakan teori
Tersungkurlah
Sampah !!!
Semua yang kau ucap omong kosong
Apanya yang rindu
Apanya yang cinta?
Terseok-seok oleh apapun
Sampah memang selalu sampah
Tersungkur tak berdaya
Tepat pada wajah
Lalu dihempaskan
Itu dia, pukulan yang telah lama terkumpul
Tersungkurlahh
Pukulan yang menumbangkan
Sebab akibat yang telak
Penuh sandiwara
Usaha usaha sampah
Maafkan
Maafkan Tuhan
Ampuniii
Bahkan lebih buruk dari darinya
Selalu mengentengkan
Merengeklahhh
Menangislah
Selalu merugikan Dimanapun
Aku tak pantas untuk cinta2
Tak tahu maluu
Beban orang tuaa
Cerobohh
Dirimu selalu bodoh

Kupu-kupu Kayu

Saatnya kupu-kupu kayu tersungkur Sayapnya kaku dan sulit digerakan Saat gembira memilih jadi kupu-kupu Yang didapat malah kayu yang menjelma jadi sayap Saat pertama keluar dikira tak apa Terjunlah kupu-kupu itu tanpa ragu Dan benar Saatnya tersungkur bagi kupu-kupu itu Waktu keluar jadi kupu-kupu utuh sampai dia tersungkur sekitar 3,5 tahunan Waktu yang panjang, waktu yang melelahkan Saat terjatuh tak langsung terjatuh Banyak tersangkut dan terbentur ranting dan dinding batu Saat dirasa bisa menggerakan sayap Dan melambat jatuh Terlihat harapan yang muncul Tapi tetap saja jatuh Kini tersungkur dalam tanah Banyak debu dan lumpur Kelaparan dan kehausan Sempat diam putus asa dan bergerak dengan sedikit harapan Terseok-seok dalam rumput dan tanah Terus menatap dengan sorot mata kosong Juga kadang tersenyum dalam tatapan penuh arti Terus berjalan dan berusaha terbang dengan bersayapkan kayu Kini kayu basah karena hujan Saat berjalan lagi, tak ada pohon lebat untuk berteduh Teruslah hidup k...