Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Kehidupan yang Patah

Baik baik aku setuju denganmu kali ini sastra Bahwa, kejahatan juga termanifestasi dari sakit hati yang tidak dipuisikan Entah sakit hati karena kekasih atau apapun saja Seperti malam ini puisi yang kutuliskan juga tentang hati yang patah karena kehidupan Tapi aku tak pandai merangkai kata secara sunyi seperti guru misterius yang ada di Bali itu Semoga sunyi kali ini sampai kepada puncak dunia-dunia sunyi Tapi hey, puisi macam apa ini Sunyi saja kau aku aku kan sebagai yang tersunyi Bagaimana kau ini, padahal sudah cukup kan proses pematahan hatimu agar menjadi puisi sunyi Apalagi ini soal hati yang patah karena kehidupan Harusnya banyak sekali sajak yang terlarik dalam kertasmu Sudah, perasaan sungguh bercampur aduk Maafkan aku Jepara, 26 November 2020

Nyanyian Hujan

Kurasa rap Apa keroncong Tidak-tidak Itu campur sari Apa rock? Ah ternyata hujan

Kemana Badra?

Badra! Dimana kau? Hari ini banyak orang-orang kehilangan sosok dirimu Badra. Apa kau diculik pasukan Kubera saat menguasai Alengka lama? Apa kau gagal dalam meracuni pasukan-pasukan itu? Sosok sunyi dalam dirimu sungguh kumerinduinya Badra Ayo kita rebut kembali kemenangan seperti kau membabat habis seluruh pasukan Alengka lama Tak dikisahkan dan pengakuan atas orang lain karena mu sunggu sunyi Badra Kemana kau selama ini? Kapan kembali menjadi heroik yang tak dikisahkan? Apa saat ini kau pensiun dan menikmati hari tua ditepian sungai yang damai? Ditemani Widyawati istrimu yang cantik denhan hanya bertani setiap hari Bertempurlah sekali lagi badra, hari ini sangat perlu sosok-sosok sepertimu yang tak dikisahkan. Tapi selalu mengisahkan baiknya orang lain. Jepara, 22 November 2020

Menggugat Diri Sendiri

Gambar
Masih dan seharusnya terus menggugat diri sendiri

Alam Menyeimbangkan

Gambar
Pandemi belum usai, bencana tahunan mengancam dinegeri berhati ini. Semoga menambah persatuan kesadaran. (Dalam Sastra) Jepara, 19 November 2020

Menuju 22

Gambar

Merindu

Gambar

Akar

Gambar

Konservatisme KKN

Sudah kubilang saatnya diriku mengiri kan? Tanyaku pada dekan dan jajaranya yang mengurusi KKN Tatap tajam mataku dan jari yang menelunjuk kearah padamu tuan dan puan Aaiihhh sudah lah tuan, kau terlalu berat membawa nama organisasi besar ini Perjuangan dimasa lalu tak kau manifestasikan diera sekarang ini, apalagi di hari esok Contoh program yang cukup dagelan kembali lagi kau pentaskan Apa tidak cukup kelucuan program kemarin pak dekan? Sungguh lucu fakultasku ini, fakultas dibawah kampus swasta terbaik sealam semesta Ya benar sampai kealam semesta karena melihatnya dengan satu orang Tumpang tindih, macet informasi sampai ketidakjelasan yang lainya kau pertontonkan Apa sudah saatnya tuan-tuan ini pensiun saja Menikmati masa tua bersama cucu-cucu ditemani hangatnya kopi Dan pergolakan di dunia pendidikan diserahkan ke anak muda saja Setidaknya libatkanlah ideologi pemuda yang gandrung idealisme tuan Bagilah mereka ruang untuk mempengaruhi jalanya program-program fakultas bahkan univer...

Penambah Kesunyian

Gambar
Buku baru tarian baru Jepara, 17 November 2020

Sebelah Kiri

Saatnya menggeser langkah ini sedikit mengiri Ya memang kita sudah menyepakati kanan bisa saja kiri, pun sebaliknya Tapi mengiri saja lah dalam artian pada umumnya Semua jalan terlihat kekanan karena terjegal realita-realita hitam Pergolakan hati, pencarian tuhan, otokritik kediri sendiri sampai perlawanan terhadap ego, ya semua itu saya akui saya kalah Dan kembali benar kata orang tua yang berumah di Jogja itu bahwasanya perlawanan paling berat adalah melawan diri sendiri Kukira jalan akan terperosok jika terus kekanan Memang dialektika kiri-kanan harus seimbang dalam tafsiran perjalanan Bisa saja jalan tiba-tiba tak lurus, saat itulah saatnya mengiri Dan mungkin aku sedikit terperosok ke jurang kala itu Ya walaupun kanan selalu benar dalam dialektika waktu yang sampai pada kesuksesan Mungkin saja aku yang tak kuat dalam jalan penuh kontur ini, hampir berbentuk jurang Padahal hal itu menguatkan kaki dan tubuhmu diujung jurang itu menuju jalan setapak Aihhh kembali bergolak pikiran-pik...

Dialektika Waktu Bukan Aku Tapi Aku

Gambar
Arsip 4&5 Mei 2019, di angkringan ISI Surakarta waktu itu Sampai benar-benar lupa pernah menuliskan tulisan ini, seperti bukan aku pada saat ini, tetapi memang benar aku. Substansi optimisme dan harapan sangat berbeda denganku saat ini, dan berkah ditemukanya tulisan ini juga sebagai pengingat dirimu sungguh bodoh dimasa sekarang. Aiihhh terimakasih kawanku okky, ayu dan yahya, aku berjalan sangat lamban saat ini, bahkan berhenti bahkan berbalik mundur. Kau berlari sangat cepat kawanku ehehehe, senyum tertawa karena terharu kalian sangat jauh didepan, bukan iri ataupun pembanding pada diri ini malah sebaliknya bahagia dan penuh haru melihat kalian berlari sungguh cepat. Kadang juga rindu membicarakan kehidupan di angkringan ISI, 3 kampus 4 jurusan, eh bukan-bukan 4 kampus 4 jurusan aku lupa malam itu ada junior kita dari Untidar Magelang yang berlibur kesolo, bahkan saat ini masih lupa siapa nama dari orang tersebut. Arsip ini juga sebagai saksi bahwa kalian sungguh luar biasa seba...