Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Buku adalah Kemakmuran

Mungkin esok hari Jika diriku makmur Mungkin tidak ikut ukuran-ukuran manusia lain Orang gendut tanda dia orang makmur Kata orang admin dikantorku tempatku bekerja Aku selalu membandingkan mereka dengan temanku yang tak makan uang mentah di solo Bagaimana mereka paham? Penerimaan sunyi saja tak mereka mampu Ahh sudahlah, apa diriku saja yang tak mampu bersanding dengan mereka Ukuran makmurku saat diriku mempunyai perpustakaan pribadi dikamarku Berselimutkan buku dan bergelimangan buku diatap-atap kamar Bukan badan gemuk dan berisi seperti yang dikisahkan banyak orang Ya bagaimana tidak, uang sedikit yang kudapat saja selalu terbelikan tulisan orang lain Tapi tak hanya itu, raga harus tetap terjaga Tak apa kurus asal sehat, dan tak tumbang saat mau dijatuhkan Mungkin kunci kokoh dari psikis ku adalah buku dan orang tua yang ada dijogja itu Ya benar, mbah kita semua Emha Ainun Nadjib Jepara, 31 Januari 2020

Ukuran Ilmu, Rindu dan Cinta

Memang sangat berbeda orang-orang dijalan sunyi dan orang-orang saat ini didekatku Ilmu, rindu dan cinta tak dapat menembus tembok kebijaksanaan dari tiap suasana Saling sikut-menyikut dalam ukuran yang paling rendah, saling bertengkar, saling membunuh Tak dapat merasakan kemerdekaanya orang gila, tak dapat menyayangi orang yang berbeda dengan mereka Berbeda dengan orang-orang yang menunggu pagi saat diriku disolo Penuh apresiasi, penuh cinta, penuh dengan rasa Selalu menerima apapun saja bentuknya, bahkan tak hanya manusia, setan pun dibuat baik olehnya Memang seperi itulah orang yang mempunyai ilmu, rindu dan cinta yang paling tinggi Kalian bagaikan debu-debu dalam cinta dan rindu mereka Tapi tak apa, mereka selalu menerima kalian walaupun hanya ada setitik cinta pada kalian Mereka akan mengisinya, memenuhinya dan memberikan secara berlebihan untukmu Tak apa saling sikut-menyikut dibelakanhnya, kalian tetap dapat cinta yang sama Dan kebijaksanaan yang sama Sabtu, 30 Januari 2021

Seni, Cinta dan Pertemuan

Laki-laki 50 tahunan itu memesan kopi dibelakangku Tak terbesit dariku sebelumnya bahwa ia seorang seniman Hujan memaksa kita untuk saling berdekatan dalam sebuah senyum Dalam sebuah sapa dan tanya mengarahkan arus ke ISI Yogyakarta Tepatnya diawal tahun  2000-an Pelan-pelan terbawa arus ke singgasana seni dan ma'rifat Terus mengalir menyusuri kisah Persada Studi Club Arus semakin deras menuju penempaan di Kawah Candradimuka Malioboro Akhirnya kita berdua sampai dihilir cinta dan seni Banyak tokoh yang tersebut, Ebit  G. Ade, Cak Nun sampai sang tokoh utama Umbu Landu Paranggi Apakah sebuah kebetulan ataukah memang gravitasi cinta yang menariknya Tak kusangka ditempat kerja yang penuh sandiwara dipertemukan dengan seorang seniman saksi emasnya Malioboro kala itu Banyak seniman lahir disana, banyak penyair tumbuh disana dan banyak orang-orang sunyi berjalan disana Memang kukira cinta yang mempertemukan kita berdua Sampai pada ujung cinta dan sebuah keharmonian yang tinggi, nama pun ...

2 Hari Rindu

Gambar
2 hari rindu terselesaikan Lama tak bertemu memang Dan semua sudah menemukan dirinya masing-masing, kecuali aku Rindu kadang terselesaikan begitu saja Tak perlu ada rencana, agenda atau apapun saja tentang waktu Kadang datang tiba-tiba Lalu selesai Tuntas Yang pertama dari Mas Chaq, yang menjadi ketua BEM UNAIR Surabaya Aih, kanda yang satu ini selalu menginspirasi di HMI ataupun Mata Air Yang kedua Ayu Ainun, puan yang berhasil memenangkan pergulatan keadaanya Sampai pada produk Tenun Ainun yang tercetus saat ulang tahun Okky di solo waktu itu, kita berembuk soal nama itu Mas Nidhom, walaupun kerjaanya tak jelas, tapi kalau masalah rindu dan cinta aku iri denganya  Dah Yahya, sahabat gondrongku dan istiqomah dalam seni perfilman Kemudian, Ferdian. Seorang seniman yang sukses menemukan dirinya dihuma berhati Khilda, wanita tangguh yang melawan kejumudan diri dengan Danuna Project Lalu Indah, si kecil yang mempunyai visioner besar dan tangguh, yang kukenal dari SMP sampai sekarang selal...

Mukanya Seperti Penjual Krupuk

Entah hati ini sudah tertempa berapa kali Sampai candaan yang berbuntut keceplosan hanya membekas sayatan kecil Cukup lucu bagiku juga untuk membaur bersama tuan dan puan pimpinan di tempat kerja Bahkan sedetik setelah terceplos tuan pun sok akrab kepadaku Hahaha tak apa tuan, tak usah begitupun kau selalu jadi orang baik dimataku Aku hanya takut penjual krupuk di daerah ngoresan saat malam hari itu menuntut kepadamu Kenapa muka sesufi penjual krupuk disandingkan denganku Kau pun pasti tak tahu itu tuan hahaha Gaji 5 juta perbulanmu tak bisa memahami kehidupan mereka tuan Mungkin kantor sekotor itu tak pantas dipijaki oleh para sufi penjual krupuk Oleh karena itu aku takut tuan tertembak dijalan sunyi oleh mereka Harusnya kau bilang saja mukaku seperti para koruptor, muka pembunuh, atau muka kejahatan sekalian. Aku sudah tak terpenjara oleh tubuh dan muka ku ini Aku bebas dalam tahanan diri yang kaupun mungkin masih tertahan tuan Aku hanya takut para sufi penjuak krupuk diluar sana tak...