Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Prahasta Putus Asa

Menteri segala menteri yang dipunya kerajaan Alengka pun dapat putus asa Segalanya yang didapat seperti lepas begitu saja Penyusupan Hanoman sungguh memporak-porandakan Alengka Seperti yang terjadi waktu itu, dirimu pun bisa sepeti prahasta Semua kadang terlepas dari genggamanmu Dan juga hanya karena distraksi 1 manusia wanara bisa memporak-porandakan satu negeri Sampai tersimbolikan dengan hermeneutika Anoman Obong Semua sangat bisa hancur hanya karena 1 orang yang membawa obor dan membakar semuanya Dan setelahnya pun begitu tragis bagi prahasta Setelah kejadian Anoman Obong, Prahasta bernegosiasi dengan Rama Dengan diam-diam menyelundup kepihak Rama Dan sebelum bernegosiasi, Prahasta sudah terpenggal kepalanya karena ketahuan. Kepalanya dikirimkan ke Alengka. Alengka dihancurkan Rama, Pasukan Sugriwa menghancurkan semuanya Satu persatu menteri terbunug dipeperangan itu selama beberapa hari Dua anak laki-laki raja terbunuh, tak lama setelah itu Rahwana juga mati tertusuk pama Maharaja...

Uang dan Jabatan Menyempitkan Rasa Rendah Hati

Tak hanya peristiwa menyakitkan dari pagi hari sampai siang hari Disore haripun kejadian kecil yang menyayat hati juga datang Hanya karena masalah helm yang tak ada hubunganya sebenarnya Tapi juga sampai membuang tenaga melemparkan cacian padaku Hahaha  Ditambah lagi charger HP ketinggalan karena dipinjam di kantor Lengkap, sesak dan padat perjalanan hari ini Dasar uang dan jabatan, segitu menyeramkanya dirimu itu Dan saatnya memutar lagu dari iksan skuter-perjalanan "PERJALANAN HARI INI BEGITU PANJANG, MELELAHKAN" Jepara, 17 Februari 2021 • 17.27

Lampiran 4 Puisi Sebelumnya

Gambar
Untuk Hal yang Sebenarnya Kau tak Tahu (Masjid) Kepala yang Tersandar di Tembok Tempat Wudhu (Tempat Wudhu) Kucir yang Putus dan Terlepas Sepasang Burung Berleher Oranye (langit-langit masjid)

Sepasang Burung Berleher Oranye

Saat ku menyinggung sepasang burung itu di puisi sebelumnya Sontak burung itu terbang didepanku lalu berputar kembali ketempat dirinya bertengger Seperti seolah tahu jika dirinya kusindir dalam tulisan tadi Juga saat tulisan ini ditulis, kadang terbang berputar didepanku dan kembali lagi ketempat semula Seperti selalu menyindirku untuk selalu bergembira atas apapun Aih kau begitu pandai dalam menyemangatiku Juga cuitan saat burung yang satu terbang seolah mengatakan sesuatu Jika masalahmu sebesar kapal, pertolongan Tuhan seluas lautan kawanku Dan dengan naifnya kuberlagak seperti Qays yang mempunyai kerajaan binatang-binatang buas Jepara, 17 Februari 2021 • 14.48

Kucir yang Putus dan Terlepas

Apakah rambut juga memberontak karena sesal padat berbagai kesakitan yang menumpuk Hingga kucir hijau karetpun putus karena pemberontakan itu Atau, momen yang berputar begitu cepat membuat kucir itu terputus san terlepas Sampai sepasang burung berleher oranye berniat menyemangatimu Seperti mau berkata teruslah melangkah waktu kau banyak terjatuh Mungkin jika aku tahu bahasa burung, akupun menjawab terimakasih dan respon hormat lainya Tapi tak apalah, tak usah melakukan pemberontakan seperti itu juga rambut Kuyakin aku kuat menghadapinya dan kembali bangun untuk berlari Mungkin aku tak secepat dulu karena  harus menyembuhkan luka akibat terjatuh ini Mayong, 17 Februari 2021 • 14.42

Kepala yang Tersandar di Tembok Tempat Wudhu

Kupikir air bisa meluruhkan segala bekas-bekas luka yang tersayat Jaraknya 11 langkah dari tempatku bersila duduk diam hampir sejam Waktunya diantara dzuhur dan ashar Bertempat di masjid samping kantor yang cukup dekat dan sepi Dan saat menyandarkan kepala ditempat tersebut, semua terlihat seperti film yang begitu cepat selang waktunya Terlihat saat-saat membuka warung kala puasa di depan SD Ngoresan Orang-orang tampak tersenyum bahagia, tak lain juga dengan dirimu ky okky, kawan yang mewarnai  warna indah dalam lembar ini Semua berjalan begitu cepat, sangat cepat dan sampai terlewat momen-momen yang detail Terlihat juga saat hampir tertabrak mobil di UTP saat mengantarkan ayu ke terminal karena ayahnya sakit Tak hanya itu, caci maki dan hinaan juga terlontar dari mulut mobil yang hampir bertabrakan denganku Saat-saat itu begitu lelah dan begitu merepotkan, sesal dan padat pikiran memenuhi otak dan hati ini Semakin cepat dan begitu cepat memori-memori yang berputar Entah sudah berapa m...

Untuk Hal yang Sebenarnya Kau Tak Tahu

Untuk hal yang sebenarnya kau tak tahu Seperti masalah diremehkan seseorang Atau sedang dijatuhkan oleh rekan kerjamu sendiri Masjid adalah tempat yang tepat untuk kau merenung Seperti pada tahun-tahun sebelumnya juga saat diperantauan Jika diruntut dari dulu pun seperti pengulangan yang konsisten Hanya saja waktu dulu lebih mesra lagi dan lebih sunyi Tak kenal siapa orang dekat dan saudara dari keluarga Dan mungkin masalah yang terjadi lebih sulit dari ini Seperti saat motor tua mu diservis 2 minggu dan kau tak ada uang Juga yang kutahu tentang makna kesedihan adalah menyembunyikanya serahasia mungkin Bahkan kalau bisa, jiwa pun jangan sampai tahu kesedihanmu Karena realita terus berputar tanpa tahu dirimu sedang bersedih atau terpuruk Semua sama dan semua selalu berputar Dan selanjutnya, merasa paling yang tersakiti adalah perasaan yang sia-sia Memang sedih yang dirasa pun sangat menyakitkan, tapi apa daya jika semua selalu berlari tanpa peduli kau jatuh atau tersungkur Masjid sebela...

.

Seperti ingin menjauhkanku darimu Tapi tak apa Aku masih mencintaimu Dengan rela tentunya Juga seperti selalu menghinakaku Tapi tak apa Aku juga masih mencintaimu Dengan rela Dan, selalu bersalah paham akan segalanya Tapi tak apa juga Aku memang seperti yang kau tuduhkan akan semuanya Seorang laki-laki yang kau kira tak punya cita-cita tinggi Entah dalam finansial atau gaya hidup Seorang laki-laki yang pantas kau sindir-sindir tanpa menyadari perasaan Seorang laki-laki yang kau anggap paling egois dalam komunikasi Seorang laki-laki dengan kasta rendah yang bisa kau sindir-sindir kapan saja Seorang laki-laki yang selalu kau tuduh-tuduh Apapun saja yang berseberangan selalu kau tuduh Dan sekali lagi tak apa Aku tetaplah sama seperti pertama berjumpa Dan dengan rela juga tentunya

Pada Akhirnya

Gambar
Sungguh lelah berhadapan dengan realita, berhadapan dengan kecurigaan dan sindiran-sindiran dari orang yang kau sayangi, berhadapan dengan perlomban ini. Sungguh ingin ku membalas sindiran-sindiran tersebut tapi buat apa? Membuktikan dirimu paling benar? Atau untuk apa? Sudahlah. Memang sebaiknya diam dan berpura-pura dirimu yang paling salah saja, juga berpura-pura punya hati besi yang tahan dengan sindiran-sindiran tajam orang yang kau sayangi. Hahaha padahal serapuh ranting pohon musim panas. Sudahlah, pada akhirnya dirimu memang orang paling jahat, orang paling buruk, orang paling bodoh juga orang paling disalahkan oleh orang lain. 

Dunia Kerja Sandiwara

Tak tahu akibat dari hal yang mananya