Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Berdaulat Diatas Rindu(7)

Rasa apa ini Tuhan? Kurasa hanya raga yang hanya raga Tanpa ada rindu yang ada didalamnya Rindu pada sunyi-sunyi malam penuh bunga-bunga Rindu pada riuh rintikan air hujan Tentu saja ada pesan dalam sunyi dan ramai tersebut Memang selalu sulit dalam melihat sampai kesana Sampai ke hulu yang paling tinggi Dimana sunyi dan riuh hanya ada untukMu Jepara, 11 Mei 2020

Postcard untuk Kanjeng Nabi

Maaf seribu maaf Tanah yang sudah sampai Tanah yang sudah pada saat ini dipijak Kimi yang berpijak selalu lupa kepadamu Yang telah berjuang terjaga karenamu Mungkin rumitnya semesta juga banyak tertolong karenamu Bagai keseimbangan tarian bulan yang indah Bagai semut yang menjadi semut Atas otentikasinya Tak seperti diriku Mungkin karena tanah yang begitu tua ini pada pandanganku Lupa selalu jadi pembunuh paling sunyi Peluru yang sangat jauh Sangat senyap Dan tepat pada dada Semoga sunyi diri dapat tembus dari peluru Semoga juga tameng besi kesadaran tak tembus peluru tersebut Jika tidak kebodohan yang menyeimbangkan saja Jangan sampai timpang Jepara, 11 Juni 2020

Untukmu Ibu(6)

Saat ini Aku ditempat yang sama seperti kemarin bu Seperti berulang-ulang juga Pertanyaan besar sebagai pembalasan Balas semesta yang kau beri Dalam ramai seolah tak peduli denanmu Tapi dengan aksara yang sunyi ini Senjakala rindu selalu terbit dalam merah fajar Semerah hangat harapan pagi Selalu pagi Tapi tak lupa juga sunyi malam Sunyi yang damai serta hening Hanya ada suara-suara tuhan didalamnya Dan mungkin suaramu juga Ibu Jepara, 11 Juni 2020

Untukmu Ibu(5)

Kali ini aku disini ibu Rehat ditempat yang sunyi Suara-suara yang terdengar selalu tersambung kepadaNya Kali ini aku disini ibu Bernafas dengan damai  Angin-angin yang terasa selalu tersambung kepadaNya Kali ini aku disini ibu Masih berpikir bagaimana cara membalas semesta mu 10 Juni, 2020

Untukmu Ibu(4)

Ibuku Doakan langkah anakmu ini kejalan yang benar bu Mungkin sudah banyak sekali jalan-jalan sesat yang terjajaki Yang terpikir lagi, bagaimana membalas pamrih darimu bu Ibuku Doakan pijakan anakmu ini kokoh dan tak goyah Mungkin sudah banyak lutut ini bersandar pada tanah Dan terpikir lagi, bagaimana membalas rasa cintamu bu Ibuku Doakan nafas anakmu ini tidak cepat terengah-engah Mungkin sudah banyak pemberhentian yang sia-sia Lalu terpikir lagi, bagaimana membalas rasa rindumu bu Ibuku Doakan anakmu ..., sudah sudah Maaf debu ini banyak meminta-minta Tanpa balas rasa yang semesta Sedangkan pemberian dari fajar sampai sekarang selalu semesta Jepara, 9 Juni 2020

Mbah Min Namanya

Mbah Min namanya Seorang kakek tua yang penuh cinta Yang kutahu dia seorang arsitek yang paling otentik Tangan-tangan arsiteknya begitu lihai dalan menukangi sebuah bangunan cinta Yang tak sengaja kudengar, Mbah Min seorang diri dalam gubuk tua Sungguh tak tega jika tak sengaja mendengar lewat kabar angin Mbah Min namanya Kakek yang banyak sekali cintanya ditengah sunyinya pandemi ini Aku berani bertaruh Siapapun kamu, entah manusia atau pun makhluk selain manusia akan tersenyum karena cinta Mbah Min Bagaimana tidak? Tiap hembusan nafas dan tiap langkahnya membekas didasar sukmamu Bekas cinta-cinta yang merasuk selalu teringat saat malam menjelang tidur Ya benar, namanya Mbah Min Kakek yang kutemui didesa bumi kartini Makhluk yang bernama manusia menyepakati tempat pertemuan itu di desa Langon Desa yang penuh cinta karena Mbah Min disana Dan disanapun banyak sekali jejak-jejak cinta dari langkah Mbah Min Semoga selalu berbahagia Mbah Min Senjakala hidupmu penuh dengan semerbak cinta Je...