Mati diusia 27 Tahun
Besok tepat 27 tahun, sebuah kematian yang hidupnya kalah oleh kahanan, tapi kok rasanya ga enak sama Tuhan, betapa tidak bersyukurnya karena masih bisa bernafas. Mungkin tiap usia dalam fase hidup manusia punya kuburanya sendiri, terutama menginjak dewasa, diumur remaja mungkin sudah mengalami kematian itu sendiri, dan tidak sedikit juga kematian datang dari kecil. Mungkin kematianku ini tidak seberapa dibandingkan kematian teman-teman sebayaku, betapa lemahnya diriku ini, bahkan aku tidak bisa menguburkan dengan mandiri batin dan pikiranku ini. Sangat payah, lemah dan pecundang. Digudang yang kusebut kamar ini aku sedikit menuliskan apa saja yang ada dibatinku, menjelang tepat diusia 27 tahun, sangat biasa, semoga diberi rasa bersyukur yang banyak, tak ada perayaan, seperti layaknya tahun-tahun sebelumnya. Tapi terimakasih Tuhan, terimakasih Kanjeng Nabi, terimakasih bapak ibuk, terimakasih Cak Nun. Ada banyak fase dalam hidup ini yang ditopang karena faktor besar itu. Memang sangat ...