Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Mati diusia 27 Tahun

Besok tepat 27 tahun, sebuah kematian yang hidupnya kalah oleh kahanan, tapi kok rasanya ga enak sama Tuhan, betapa tidak bersyukurnya karena masih bisa bernafas. Mungkin tiap usia dalam fase hidup manusia punya kuburanya sendiri, terutama menginjak dewasa, diumur remaja mungkin sudah mengalami kematian itu sendiri, dan tidak sedikit juga kematian datang dari kecil. Mungkin kematianku ini tidak seberapa dibandingkan kematian teman-teman sebayaku, betapa lemahnya diriku ini, bahkan aku tidak bisa menguburkan dengan mandiri batin dan pikiranku ini. Sangat payah, lemah dan pecundang. Digudang yang kusebut kamar ini aku sedikit menuliskan apa saja yang ada dibatinku, menjelang tepat diusia 27 tahun, sangat biasa, semoga diberi rasa bersyukur yang banyak, tak ada perayaan, seperti layaknya tahun-tahun sebelumnya. Tapi terimakasih Tuhan, terimakasih Kanjeng Nabi, terimakasih bapak ibuk, terimakasih Cak Nun. Ada banyak fase dalam hidup ini yang ditopang karena faktor besar itu. Memang sangat ...

jahat

Mungkin kau dilahirkan jahat supaya lebih kuat lagi Kuat dalam membayar karma-karmamu Dan memang seharusnya begitu Mati atau harus lebih kuat lagi Mangesti 12 Mei 2025. 23.23 selepas kerja

laki-laki Dilarang Sakit

Mulai kemarin sore sudah mulai terasa Hari ini puncaknya, kupikir tadi pagi habis bangun sudah pegal-pegal karena demam Tapi tak apa, seperti biasa. Jangan ada yang tahu Laki-laki memang sulit bercerita Mari nikmati rasa sakit ini sambil bekerja 15 jam Mangesti 10 Mei 2025. 15.29

Nek Rak Gusti Allah Ora Iso

Sebuah kalimat yang berputar-putar di medan perang otak dan hatiku Saat jalan pulang dari jogja kesolo, sehabis konser OD di jogja second fest "Nek Ora Gusti Allah Ora Iso" Banyak kejadian yg terjadi, susah, senang, deg2an Layar HP ulya bergaris dan rusak, tarian ska di gigs malam itu, penampilan OD, semua terangkum dalam satu kalimat itu saat jalan pulang Akhirnya memutuskan sholat isya ditengah jalan jogja-solo Dan esoknya kembali bekerja lagi, seperti biasa dan masih terasa berdebar jantung ini Tak tau sebab akibatnya cuma yg teringat hanga kalimat ini "Nek Ora Gusti Allah Ora Iso" Mangesti, 3 Mei 2025. 13.18 (saat kerja)

Mayat

Mayat mati dipojokan rumah Yang tersisa hanya tubuhnya Hidupnya mati sejak 6 jam lalu Mati sejak memasuki rumahnya Teringat kisah temanya dulu "Kenapa tak pulang?" "Dilarang"