Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Dasar-Dasar-mengapa perubahan sangat kecil menghasilkan perbedaan besar

Waktu SMA terkena baseball, dilarikankerumah sakit, lalu menjalani hal2 kecil sampai kuliah menjadi atlet kampus.  Menulis tiap hari hingga menjadi pembicara dieropa dan melatih pemimpin2 pada perusahaan2 rintisan Untuk menulis buku yang hebat, mula2 anda harus menjadi buku itu.  Tulang punggung buku ini, petunjuk, gairah, menanggapi, menikmati hasil

Jangan Jauh Lagi

Semenjak dirimu pergi entah beberapa bulan yang lalu Langkahku begitu kosong, begitu hampa Tak ada lagi jiwa dalam langkah yang diambil Selalu gagal tanpamu, selalu hampa tanpamu Seperti kehilangan gandeng tangan saat raga mulai letih berjalan pelan Kali ini rindu memuncaki gunung dalam diriku, saat menulis tulisan ini untukmu Ditemani kehampaan dan kesunyian diri saat sadar jauh darimu kutakbisa apa-apa Hanya manusia yang kosong tanpa sesosok yang dicintai dan dirinduinya Tetap sadarkan aku seperti ini untuk selalu merindumu Aku yang selalu menunggumu dalam tetes embun dipagi hari, ditemani suara kicau burung sebelum cahaya Aku hampir tak kuat melanjutkan tulisan karena sadar betapa bodohnya aku akhir-akhir ini Bodoh karena merasa bisa tetap tegar tanpamu, merasa abai akan kelembutan rasa maafmu Maafkan aku ini, aku sungguh ingin memelukmu dalam puncak mahameru saat ini Memang bodoh jika merasa perjalanan ini baik-baik saja tanpamu Nyatanya tidak seperti itu, kau selalu ada dalam lang...

Harapanlah yang Menyakitimu

Pernahkan kau berharap dari sebuah harapan itu sendiri?  Aku sering berharap setinggi bintang dan sering juga terjatuh karenanya Seperti saat mencintai seorang wanita, harapan lah yang kau pegang saat ini Dan kemudian bisa saja kau terjatuh karenanya Harapan seperti sebuah tujuan dan sebagai lawanmu sendiri Membawa pedang dan berbaju besi, kau harus membunuhnya atau kan akan terbunuh oleh harapan itu sendiri Dan sepertinya kau tak cukup kuat saat ini untuk melawan harapanmu yang sekarang.  Jepara, 4 April 2021

Sebuah Pencarian

Entah apa yang kucari selama ini Uang, kebanggaan atau mungkin kemewahan Dan sejauh apa ku mencarinya, yang kutemui hanya kekosongan Yang kutemui hanya kegelapan Silahkan saja berbicara tentang apapun mengenaiku Mungkin aku sudah selesai dengan itu Dan terkadang juga merobeknga dengan belum selesai dengan itu Hari-hari begitu berat saja Berat badan yang semakin menurun, kulit gelap karena matahari, semakin kurus dan terombang-ambing kerealitas ini Idealisme selalu ketinggalan dalam laci rumah Kadang terjatuh diperjalanan dalam mengantarkan roti-roti kapitalisme itu Seperti tidak dalam sebuah pencarian Hanya berputar-putar dalam kekosongan dan kegelapan Dan buruknya lagi, kondisimu semakin hancur dalam lingkaran ini Hancut fisikmu, ragamu dan jiwamu Jepara, 4 April 2021

Perjamuan

Gambar

Prahasta Putus Asa

Menteri segala menteri yang dipunya kerajaan Alengka pun dapat putus asa Segalanya yang didapat seperti lepas begitu saja Penyusupan Hanoman sungguh memporak-porandakan Alengka Seperti yang terjadi waktu itu, dirimu pun bisa sepeti prahasta Semua kadang terlepas dari genggamanmu Dan juga hanya karena distraksi 1 manusia wanara bisa memporak-porandakan satu negeri Sampai tersimbolikan dengan hermeneutika Anoman Obong Semua sangat bisa hancur hanya karena 1 orang yang membawa obor dan membakar semuanya Dan setelahnya pun begitu tragis bagi prahasta Setelah kejadian Anoman Obong, Prahasta bernegosiasi dengan Rama Dengan diam-diam menyelundup kepihak Rama Dan sebelum bernegosiasi, Prahasta sudah terpenggal kepalanya karena ketahuan. Kepalanya dikirimkan ke Alengka. Alengka dihancurkan Rama, Pasukan Sugriwa menghancurkan semuanya Satu persatu menteri terbunug dipeperangan itu selama beberapa hari Dua anak laki-laki raja terbunuh, tak lama setelah itu Rahwana juga mati tertusuk pama Maharaja...

Uang dan Jabatan Menyempitkan Rasa Rendah Hati

Tak hanya peristiwa menyakitkan dari pagi hari sampai siang hari Disore haripun kejadian kecil yang menyayat hati juga datang Hanya karena masalah helm yang tak ada hubunganya sebenarnya Tapi juga sampai membuang tenaga melemparkan cacian padaku Hahaha  Ditambah lagi charger HP ketinggalan karena dipinjam di kantor Lengkap, sesak dan padat perjalanan hari ini Dasar uang dan jabatan, segitu menyeramkanya dirimu itu Dan saatnya memutar lagu dari iksan skuter-perjalanan "PERJALANAN HARI INI BEGITU PANJANG, MELELAHKAN" Jepara, 17 Februari 2021 • 17.27

Lampiran 4 Puisi Sebelumnya

Gambar
Untuk Hal yang Sebenarnya Kau tak Tahu (Masjid) Kepala yang Tersandar di Tembok Tempat Wudhu (Tempat Wudhu) Kucir yang Putus dan Terlepas Sepasang Burung Berleher Oranye (langit-langit masjid)

Sepasang Burung Berleher Oranye

Saat ku menyinggung sepasang burung itu di puisi sebelumnya Sontak burung itu terbang didepanku lalu berputar kembali ketempat dirinya bertengger Seperti seolah tahu jika dirinya kusindir dalam tulisan tadi Juga saat tulisan ini ditulis, kadang terbang berputar didepanku dan kembali lagi ketempat semula Seperti selalu menyindirku untuk selalu bergembira atas apapun Aih kau begitu pandai dalam menyemangatiku Juga cuitan saat burung yang satu terbang seolah mengatakan sesuatu Jika masalahmu sebesar kapal, pertolongan Tuhan seluas lautan kawanku Dan dengan naifnya kuberlagak seperti Qays yang mempunyai kerajaan binatang-binatang buas Jepara, 17 Februari 2021 • 14.48

Kucir yang Putus dan Terlepas

Apakah rambut juga memberontak karena sesal padat berbagai kesakitan yang menumpuk Hingga kucir hijau karetpun putus karena pemberontakan itu Atau, momen yang berputar begitu cepat membuat kucir itu terputus san terlepas Sampai sepasang burung berleher oranye berniat menyemangatimu Seperti mau berkata teruslah melangkah waktu kau banyak terjatuh Mungkin jika aku tahu bahasa burung, akupun menjawab terimakasih dan respon hormat lainya Tapi tak apalah, tak usah melakukan pemberontakan seperti itu juga rambut Kuyakin aku kuat menghadapinya dan kembali bangun untuk berlari Mungkin aku tak secepat dulu karena  harus menyembuhkan luka akibat terjatuh ini Mayong, 17 Februari 2021 • 14.42

Kepala yang Tersandar di Tembok Tempat Wudhu

Kupikir air bisa meluruhkan segala bekas-bekas luka yang tersayat Jaraknya 11 langkah dari tempatku bersila duduk diam hampir sejam Waktunya diantara dzuhur dan ashar Bertempat di masjid samping kantor yang cukup dekat dan sepi Dan saat menyandarkan kepala ditempat tersebut, semua terlihat seperti film yang begitu cepat selang waktunya Terlihat saat-saat membuka warung kala puasa di depan SD Ngoresan Orang-orang tampak tersenyum bahagia, tak lain juga dengan dirimu ky okky, kawan yang mewarnai  warna indah dalam lembar ini Semua berjalan begitu cepat, sangat cepat dan sampai terlewat momen-momen yang detail Terlihat juga saat hampir tertabrak mobil di UTP saat mengantarkan ayu ke terminal karena ayahnya sakit Tak hanya itu, caci maki dan hinaan juga terlontar dari mulut mobil yang hampir bertabrakan denganku Saat-saat itu begitu lelah dan begitu merepotkan, sesal dan padat pikiran memenuhi otak dan hati ini Semakin cepat dan begitu cepat memori-memori yang berputar Entah sudah berapa m...

Untuk Hal yang Sebenarnya Kau Tak Tahu

Untuk hal yang sebenarnya kau tak tahu Seperti masalah diremehkan seseorang Atau sedang dijatuhkan oleh rekan kerjamu sendiri Masjid adalah tempat yang tepat untuk kau merenung Seperti pada tahun-tahun sebelumnya juga saat diperantauan Jika diruntut dari dulu pun seperti pengulangan yang konsisten Hanya saja waktu dulu lebih mesra lagi dan lebih sunyi Tak kenal siapa orang dekat dan saudara dari keluarga Dan mungkin masalah yang terjadi lebih sulit dari ini Seperti saat motor tua mu diservis 2 minggu dan kau tak ada uang Juga yang kutahu tentang makna kesedihan adalah menyembunyikanya serahasia mungkin Bahkan kalau bisa, jiwa pun jangan sampai tahu kesedihanmu Karena realita terus berputar tanpa tahu dirimu sedang bersedih atau terpuruk Semua sama dan semua selalu berputar Dan selanjutnya, merasa paling yang tersakiti adalah perasaan yang sia-sia Memang sedih yang dirasa pun sangat menyakitkan, tapi apa daya jika semua selalu berlari tanpa peduli kau jatuh atau tersungkur Masjid sebela...

.

Seperti ingin menjauhkanku darimu Tapi tak apa Aku masih mencintaimu Dengan rela tentunya Juga seperti selalu menghinakaku Tapi tak apa Aku juga masih mencintaimu Dengan rela Dan, selalu bersalah paham akan segalanya Tapi tak apa juga Aku memang seperti yang kau tuduhkan akan semuanya Seorang laki-laki yang kau kira tak punya cita-cita tinggi Entah dalam finansial atau gaya hidup Seorang laki-laki yang pantas kau sindir-sindir tanpa menyadari perasaan Seorang laki-laki yang kau anggap paling egois dalam komunikasi Seorang laki-laki dengan kasta rendah yang bisa kau sindir-sindir kapan saja Seorang laki-laki yang selalu kau tuduh-tuduh Apapun saja yang berseberangan selalu kau tuduh Dan sekali lagi tak apa Aku tetaplah sama seperti pertama berjumpa Dan dengan rela juga tentunya

Pada Akhirnya

Gambar
Sungguh lelah berhadapan dengan realita, berhadapan dengan kecurigaan dan sindiran-sindiran dari orang yang kau sayangi, berhadapan dengan perlomban ini. Sungguh ingin ku membalas sindiran-sindiran tersebut tapi buat apa? Membuktikan dirimu paling benar? Atau untuk apa? Sudahlah. Memang sebaiknya diam dan berpura-pura dirimu yang paling salah saja, juga berpura-pura punya hati besi yang tahan dengan sindiran-sindiran tajam orang yang kau sayangi. Hahaha padahal serapuh ranting pohon musim panas. Sudahlah, pada akhirnya dirimu memang orang paling jahat, orang paling buruk, orang paling bodoh juga orang paling disalahkan oleh orang lain. 

Dunia Kerja Sandiwara

Tak tahu akibat dari hal yang mananya

Buku adalah Kemakmuran

Mungkin esok hari Jika diriku makmur Mungkin tidak ikut ukuran-ukuran manusia lain Orang gendut tanda dia orang makmur Kata orang admin dikantorku tempatku bekerja Aku selalu membandingkan mereka dengan temanku yang tak makan uang mentah di solo Bagaimana mereka paham? Penerimaan sunyi saja tak mereka mampu Ahh sudahlah, apa diriku saja yang tak mampu bersanding dengan mereka Ukuran makmurku saat diriku mempunyai perpustakaan pribadi dikamarku Berselimutkan buku dan bergelimangan buku diatap-atap kamar Bukan badan gemuk dan berisi seperti yang dikisahkan banyak orang Ya bagaimana tidak, uang sedikit yang kudapat saja selalu terbelikan tulisan orang lain Tapi tak hanya itu, raga harus tetap terjaga Tak apa kurus asal sehat, dan tak tumbang saat mau dijatuhkan Mungkin kunci kokoh dari psikis ku adalah buku dan orang tua yang ada dijogja itu Ya benar, mbah kita semua Emha Ainun Nadjib Jepara, 31 Januari 2020

Ukuran Ilmu, Rindu dan Cinta

Memang sangat berbeda orang-orang dijalan sunyi dan orang-orang saat ini didekatku Ilmu, rindu dan cinta tak dapat menembus tembok kebijaksanaan dari tiap suasana Saling sikut-menyikut dalam ukuran yang paling rendah, saling bertengkar, saling membunuh Tak dapat merasakan kemerdekaanya orang gila, tak dapat menyayangi orang yang berbeda dengan mereka Berbeda dengan orang-orang yang menunggu pagi saat diriku disolo Penuh apresiasi, penuh cinta, penuh dengan rasa Selalu menerima apapun saja bentuknya, bahkan tak hanya manusia, setan pun dibuat baik olehnya Memang seperi itulah orang yang mempunyai ilmu, rindu dan cinta yang paling tinggi Kalian bagaikan debu-debu dalam cinta dan rindu mereka Tapi tak apa, mereka selalu menerima kalian walaupun hanya ada setitik cinta pada kalian Mereka akan mengisinya, memenuhinya dan memberikan secara berlebihan untukmu Tak apa saling sikut-menyikut dibelakanhnya, kalian tetap dapat cinta yang sama Dan kebijaksanaan yang sama Sabtu, 30 Januari 2021

Seni, Cinta dan Pertemuan

Laki-laki 50 tahunan itu memesan kopi dibelakangku Tak terbesit dariku sebelumnya bahwa ia seorang seniman Hujan memaksa kita untuk saling berdekatan dalam sebuah senyum Dalam sebuah sapa dan tanya mengarahkan arus ke ISI Yogyakarta Tepatnya diawal tahun  2000-an Pelan-pelan terbawa arus ke singgasana seni dan ma'rifat Terus mengalir menyusuri kisah Persada Studi Club Arus semakin deras menuju penempaan di Kawah Candradimuka Malioboro Akhirnya kita berdua sampai dihilir cinta dan seni Banyak tokoh yang tersebut, Ebit  G. Ade, Cak Nun sampai sang tokoh utama Umbu Landu Paranggi Apakah sebuah kebetulan ataukah memang gravitasi cinta yang menariknya Tak kusangka ditempat kerja yang penuh sandiwara dipertemukan dengan seorang seniman saksi emasnya Malioboro kala itu Banyak seniman lahir disana, banyak penyair tumbuh disana dan banyak orang-orang sunyi berjalan disana Memang kukira cinta yang mempertemukan kita berdua Sampai pada ujung cinta dan sebuah keharmonian yang tinggi, nama pun ...

2 Hari Rindu

Gambar
2 hari rindu terselesaikan Lama tak bertemu memang Dan semua sudah menemukan dirinya masing-masing, kecuali aku Rindu kadang terselesaikan begitu saja Tak perlu ada rencana, agenda atau apapun saja tentang waktu Kadang datang tiba-tiba Lalu selesai Tuntas Yang pertama dari Mas Chaq, yang menjadi ketua BEM UNAIR Surabaya Aih, kanda yang satu ini selalu menginspirasi di HMI ataupun Mata Air Yang kedua Ayu Ainun, puan yang berhasil memenangkan pergulatan keadaanya Sampai pada produk Tenun Ainun yang tercetus saat ulang tahun Okky di solo waktu itu, kita berembuk soal nama itu Mas Nidhom, walaupun kerjaanya tak jelas, tapi kalau masalah rindu dan cinta aku iri denganya  Dah Yahya, sahabat gondrongku dan istiqomah dalam seni perfilman Kemudian, Ferdian. Seorang seniman yang sukses menemukan dirinya dihuma berhati Khilda, wanita tangguh yang melawan kejumudan diri dengan Danuna Project Lalu Indah, si kecil yang mempunyai visioner besar dan tangguh, yang kukenal dari SMP sampai sekarang selal...

Mukanya Seperti Penjual Krupuk

Entah hati ini sudah tertempa berapa kali Sampai candaan yang berbuntut keceplosan hanya membekas sayatan kecil Cukup lucu bagiku juga untuk membaur bersama tuan dan puan pimpinan di tempat kerja Bahkan sedetik setelah terceplos tuan pun sok akrab kepadaku Hahaha tak apa tuan, tak usah begitupun kau selalu jadi orang baik dimataku Aku hanya takut penjual krupuk di daerah ngoresan saat malam hari itu menuntut kepadamu Kenapa muka sesufi penjual krupuk disandingkan denganku Kau pun pasti tak tahu itu tuan hahaha Gaji 5 juta perbulanmu tak bisa memahami kehidupan mereka tuan Mungkin kantor sekotor itu tak pantas dipijaki oleh para sufi penjual krupuk Oleh karena itu aku takut tuan tertembak dijalan sunyi oleh mereka Harusnya kau bilang saja mukaku seperti para koruptor, muka pembunuh, atau muka kejahatan sekalian. Aku sudah tak terpenjara oleh tubuh dan muka ku ini Aku bebas dalam tahanan diri yang kaupun mungkin masih tertahan tuan Aku hanya takut para sufi penjuak krupuk diluar sana tak...