Postcard untuk Kanjeng Nabi
Maaf seribu maaf
Tanah yang sudah sampai
Tanah yang sudah pada saat ini dipijak
Kimi yang berpijak selalu lupa kepadamu
Yang telah berjuang terjaga karenamu
Mungkin rumitnya semesta juga banyak tertolong karenamu
Bagai keseimbangan tarian bulan yang indah
Bagai semut yang menjadi semut
Atas otentikasinya
Tak seperti diriku
Mungkin karena tanah yang begitu tua ini pada pandanganku
Lupa selalu jadi pembunuh paling sunyi
Peluru yang sangat jauh
Sangat senyap
Dan tepat pada dada
Semoga sunyi diri dapat tembus dari peluru
Semoga juga tameng besi kesadaran tak tembus peluru tersebut
Jika tidak kebodohan yang menyeimbangkan saja
Jangan sampai timpang
Komentar
Posting Komentar