Postcard untuk Kanjeng Nabi

Maaf seribu maaf
Tanah yang sudah sampai
Tanah yang sudah pada saat ini dipijak
Kimi yang berpijak selalu lupa kepadamu
Yang telah berjuang terjaga karenamu

Mungkin rumitnya semesta juga banyak tertolong karenamu
Bagai keseimbangan tarian bulan yang indah
Bagai semut yang menjadi semut
Atas otentikasinya
Tak seperti diriku

Mungkin karena tanah yang begitu tua ini pada pandanganku
Lupa selalu jadi pembunuh paling sunyi
Peluru yang sangat jauh
Sangat senyap
Dan tepat pada dada

Semoga sunyi diri dapat tembus dari peluru
Semoga juga tameng besi kesadaran tak tembus peluru tersebut
Jika tidak kebodohan yang menyeimbangkan saja
Jangan sampai timpang





Jepara, 11 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun