Maaf Nggih Pak, Bu

Pak maafkan anakmu ini ya pak, hidupnya selalu merengek-rengek pada sunyi
Juga untuk ibu, maaf nggih bu, anakmu ini suka mengeluh terus saat jalanya sulit
Penuh tanjakan dalam tiap langkahnya
Aku ndak tau bu, kapan anakmu ini akan sukses berhasil

Beban kuliah saja tidak selesai-selesai, ya memang pengecut dengan alibi menjadi buruh pabrik disemester akhir 
Pak maaf banget ya pak, seperti ga ada untung-untungnya dari anakmu ini
Walau anakmu ini makin kurus dan hitam, tapi tak apa pak
Ya mungkin semakin melengkapi akan gagalnga suatu perjalanan dilihat dari fisiknya

Sajak ini kutulis diwaktu istirahat saat di pabrik karanganyar
Penuh rasa gagal, tapi semoga bapan dan ibu memaafkan anakmu yang gagal ini pak, bu
12 jam kerja dengan mengharap rupiah untuk bertahan ditanah perantauan
Banyak pelajaran, banyak guru, banyak ruang-ruang sunyi

Sukoharjo, solo, karanganyar akan menjadi tempat monumental kegagalan ini
Tapi tak apa bu, sepertinya anakmu ini memang pantas mendapat kegagalanya
Aku takut sedih saja bu, melihat panjenengan kecewa terhadap anakmu ini

Angkuhnya masa dewasa ini bahkan tak berani bilang secara langsung kepada mu pak, bu
Sekali lagi ngapunten, ampuni aku pak, bu atas kegagalan ini
Semoga panjenengan memaafkan anakmu ini

02.49 • Dagen, Karanganyar 29 Januari 2022.l

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun