Maaf dan Ampuni Saya Tuhan
Kurasa, diumur yang mau ke-24 ini banyak sekali kesalahan kepada manusia dan kepadaMu Tuhan
Apalagi kausalitasmu terhadap sebab akibat dari alam dan manusia
Kurasa yang kurasakan saat ini dibayar secara cepat sebab akibat dari karma
Atau dunia ini memang keras dan jahat untuk orang sepertiku
Tepat saat belum genap satu bulan bekerja dipabrik ini, banyak dimanfaatkan, diremehkan sampai dihinakan oleh orang yang baru saja kenal
Apakah dunia memang seperti ini? Evolusi yang kuat yang menang dan memanfaatkan yang lemah?
Atau memang kausalitas karma dari orang2 yang pernah kusakiti
Kukira hari ini hari terakhir bekerja dipabrik ini, semoga habis pulang nanti mendapat upah
Dan yang lebih pelik lagi, cuti kuliah atau menyerah begitu saja terhadap idealisme kemandirian
Pulang? Entah sebuah keputusan pecundang atau menuruti nurani yang ditindih jahatnya dunia, jahatnya tenan, dan lemahnya diri
Aku masih saja mencari yang kutahu, mencari-cari dari kupu-kupu lemah ini
Kenyataan diri yang menggap diri kupu-kupu baja ditertawakan begitu saja oleh kausalitas
Dan intinya cuma maaf dan ampuni aku tuhan
Atas kesalahan-kesalah terhadap hambamu yang lain yang lebih kau cintai
Tapi yang diajarkan adalah mencintai kesakitan ini
Dan menyadari, menyadari kalau gagal, lemah, tersungkur oleh kehidupan
Tak perlu iri dengan yang lainya
Ah berat sekali
Awal februari sebuah penanda, jika harus terus berjalan, dan sadar kalau jalan nanti akan lebih susah, jahat, dan sadar jika memang lemah
Menanggung diri yang cuman seorang saja seberat ini
Kurasa membayangkan menanggung tanggung jawab yang lebih besar akan lebih terjal
Ngalor ngidul tulisan ini terketik, tanda batin yang tersakiti oleh kenyataan, teman, dan dimanfaatkan
Sebuah catatan dari manusia yang lemah ini
Tapi tak apa
Jangan-jangan hidup memang seperti ini? Kata si mbah kala itu
Tanpa proses ini semua, tak mungkin mental yang kuat akan terbentuk bukan?
Tapi apakah kuat sampai tak patah?
Kuharap tonggak ini tak patah
Walau lemah dan tak berdaya, setidaknya masih berdiri, dalam tekanan dan hinaan
Dan kurasa juga, saya harus sadar, kalau saya bukan siapa-siapa
Bukan orang yang penting, bukan orang yang harus didulukan haknya oleh orang lain
Tapi saya akan istirahat sebentar, menghela nafas, lalu menerjang badai itu
Dan kukira juga, lama tak menulis sepanjang ini, jika kondisi psikis yang tak goyah mungkin tak menulis sepanjang ini
Izinkan aku punya rasa mencintai kesakitan ini tuhan
Kuatkan lagi, balik hati ini jadi hati baja lagi
Menerjang ketidaknyamanan, ketertindasan, dan kejahatan dunia
Tapi tuhan, yang masih menjadi tanda tanya besar, ini semua karena kausalitas karma apa memang sudah skenario dariMu
Dan kuatkan aku memperbaiki ini semua dan beri keridhaan atas kesakitan ini Tuhan
Kuatkan aku lagi Tuhan
Dan keangkuhan kesalahan yang tak berani kuungkap adalah:
Aku tau semua kekuatan ini dariMu tapi kenapa aku tak menyembahmu dan memintamu dengan sungguh-sungguh
Berpaham pada sholat lima waktu saja jarang sekali dilakukan
Lantas bagaimana cahayamu tertuang dari wadah yang kotor ini
Baiklah, tapi jika aku memohon taat kepadamu, apakah aku tak punya kuasa mandiri atas itu
Apa ini semua palsu
Aku takut memikirkanya, ya yang kutahu itu saja
Maaf Tuhan, izinkan aku memperbaiki ini atas kehendakmu melalui kekuatan yang kauberikan
Maaf juga atas hamba-hambamu yang kusakiti, aku tak tahu lagi cara meminta maaf kepada semua orang
Aku memohon berikanlah kesehatan dan kebahagiaan untuk semuahya
Dagen • 1 Februari 2022 (istirahat kerja)
Komentar
Posting Komentar