Ibu dan Cahayanya (12)

Karena mencintaimu itu wajib
Apapun ingatan buruk yang terekam diotaku
Tapi harus membalas rahman rahimu
Sebuah utang rasa yang membebankan pundak anak-anakmu ini
Karena sungguh tak sebanding hitunganya
Apalagi rasa
Seperti saat penjual nasi sayur yang ramah terhadapmu
Yang kau beli hanya jasa dan barangnya bukan rasa ramah dari penjual itu
Sebuah hutang yang selalu lalai dari anak-anakmu ini bu
Tak merawatmu di senja kala kehidupanmu
Yang harusnya duduk menikmati sore ditemani anak cucumu yang bermain dipelataran

Surakarta, 22 April 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun