Mati diusia 27 Tahun

Besok tepat 27 tahun, sebuah kematian yang hidupnya kalah oleh kahanan, tapi kok rasanya ga enak sama Tuhan, betapa tidak bersyukurnya karena masih bisa bernafas.
Mungkin tiap usia dalam fase hidup manusia punya kuburanya sendiri, terutama menginjak dewasa, diumur remaja mungkin sudah mengalami kematian itu sendiri, dan tidak sedikit juga kematian datang dari kecil.
Mungkin kematianku ini tidak seberapa dibandingkan kematian teman-teman sebayaku, betapa lemahnya diriku ini, bahkan aku tidak bisa menguburkan dengan mandiri batin dan pikiranku ini. Sangat payah, lemah dan pecundang.
Digudang yang kusebut kamar ini aku sedikit menuliskan apa saja yang ada dibatinku, menjelang tepat diusia 27 tahun, sangat biasa, semoga diberi rasa bersyukur yang banyak, tak ada perayaan, seperti layaknya tahun-tahun sebelumnya.
Tapi terimakasih Tuhan, terimakasih Kanjeng Nabi, terimakasih bapak ibuk, terimakasih Cak Nun. Ada banyak fase dalam hidup ini yang ditopang karena faktor besar itu.
Memang sangat kompleks tinggal dinegeri surga yang mulai porak poranda ini, aku tak bisa memilih dinegeri yang kesenjanganya cukup merata, tapi memang ya harus disyukuri dan ikhlas, harus berperang lagi besoknya bekerja dengan upah yang kecil itu. Aku tak menyalahkan siapapun tapi aku menyalahkan diriku sendiri dan harus tanggung jawab akan hal itu.
Bumi tetap berputar, jagad tetap pada evolusinya, alam menyeimbangkan seperti seharusnya, pikiran dan kesemrawutan yang menjadi jangkar kematian ini, dalam jagad otak ini sungguh merasa paling kalah dan paling mati, lemah memang, senang sekali rasanya memaki diri ini.
Tapi tak apa, aku lelah, aku iri dengan diriku yang dulu, diri yang sekarang selalu kehilangan rima puisinya, payah. Rasanya juga tak pantas manusia banyak dosa menuliskan hal seperti ini, tapi yasudahlah, bukan sebuah perayaan, bukan sebuah kesenangan bertambah usia, senantiasa biasa saja, terus berjalan apa adanya.
Maafkan diri ini
Maafkan diri ini
Maafkan diri ini
Ampuni
Ampuni
Ampuni


Rabu, 19 November 2025 • 23.13 WIB
Menuju 27 tahun yang biasa saja dan masih merasa mati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak