Bernafaskan Gotongroyong

    Gotong royong terdiri dari 2 kata bahasa jawa, yaitu gotong/nggotong dan royong. Gotong artinya mengangkat dan royong artinya bersama-sama. Dapat disimpulkan gotog royong adalah mengerjakan/menolong sesuatu secara bersama-sama dengan tujuan yang sama juga.
    Kulihat berita pagi ini, saat pandemi covid-19 berada di Indonesia, seorang penyanyi yang terkenal dengan lagu-lagu bahasa jawanya yaitu Didi Kempot tadi malam tepatnya 11 April 2020 mengadakan konser untuk donasi bantuan dana covid-19, dan kabarnya mendapat donasi dari kawan-kawan kurang lebih 5 milyat rupiah.
    Konser pengumpulan dana oleh Didi Kempot yang diselenggarakan lewat salah satu tv nasional merupakan bentuk gotong royong di era modern seperti pada saat tulisan ini dibuat. Secara sadar atau tidak sadar sudah banyak hal-hal yang telah dilakukan kawan-kawan kita untuk membantu sesama melalui kekuatan komunal society dengan wadah gotong royong. Janggalnya menurut saya adalah saat gotong royong yang telah terjadi diberbagai media masa kurang terorganisir dalam satu lingkaran yang besar, hanya berbagai lingkaran kecil dan sedang untuk memggambar kodisi gotong royong yang terjadi saat ini.
    Media sosial yang menjadi salah satu wadah gotong royongpun terpisah-pisah lingkaranya, dan perlu tersebut satu lingkaran besar yang mampu menampung kekuatan komunal society kita. Dari jarak lingkaran-lingkaran kecil tersebut ada orang yang tertinggal informasinya akan gotong royong tersebut. Kemungkinan jarak antar lingkaran kecil tersebut akan terjadi mengurangnya kekuatan gotong royong kita, padahal orang-orang tersebut ingin membantu gotong royong tersebut, dan society juga kadang kebingungan banyaknya gotong royong yang dibuat lingkaran-lingkaran instansi/organisasi, san hal terburuknya mereka tidak jadi membantu karena tidak ada kesatuan lingkaran yang kurang kredibel. Lain halnya jika ada satu lingkaran besar yang menampung kekuatan-kekuatan komunal tersebut, teroranisir secara besar dan terdiri dari berbagai organisasi, mungkin gotong royong kita pun sudah terpecah, dan butuh penyatuan kembali.
    Sejak saya lahir sampai saat dimana saya menulis tulisan ini banyak sekali gotong royong yang dilakukan orang Indonesia. Gotong royong dalam sekala kecil 2 atau 3 orang sampai skala besar dengan ribuan orang telah saya temukan di nerbagai sudut-sudut Indonesia, seperti sudah nafasnya orang Indonesia gotong royong tersebut. Hanya saja banyak yang menyebutnya bukan gotong royong atau pemaknaan lainya. Tulisan ini kembali hanya titipan pemikiran oleh tuhan. Semoga saja kita semua selalu menjaga nafas gotong rotong ini menjadi satu kekuatan komunal untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi manusia, alam, sampai semesta dan semoga bumi merestui apa yang manusia lakukan diatasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun