Bayang-bayangan Nyaman

Menangis?
Tentu saja kawan, kabar-kabar baikmu selalu membuatku menangis
Bukan menangis karena benci atau hal apapun
Hanya menangis terharu sekaligus mencundangi diri sendiri
Menangis karena terbuang
Dan selalu dalam sunyi dan gelap

Memoar-memoar masa kecil selalu menjadi akar rumput waktu
Menjulang tinggi menutup jalan yang seharusnya
Kompas tak berfungsi di daerah tersebut
Tak tau arah gunung ataupun  laut
Apalagi rumah
Waktu melemparkan pada area penjemuran padi yang pernah kita sebut lapangan sepak bola

"Kamu milih bola apa gawang?" Sautmu kepadaku
"Tentu saja gawang, seperti biasa" Respon yang tiba-tiba kubalas untukmu
Tentu saja membuatku menangis pada saat ini
Waktu jadi moderator yang antagonis kala itu
Kuterus menangis melihat memeoar itu menari didepanku
Sedangkan kutahu masa depan sungguh sangat memisahkan kita
Sangat memisahkan kita

Ruang dan waktu semakin membingungkan
Saat pergantian gawang karena sudah separuh permainan
Permainan semakin seru, aku memang penendang dari jarak jauh
Dan jangan biarkan gawang dari 6 buah bata itu tanpa blokade
Memang tak ada kiper, tiba-tiba serangan balik
W menendang dengan cukup kencang, tapi meleset
Tak enaknya gawang yang satunya adalah tembakan dari musuh akan jauh mengambilnya
Kali ini aku yang mengambil bolanya

Sampai pada bola yang diam didepan rumah penjaga tersebut
Kuberbalik dan menggiringnya
Tak hanya saat ini yang pipi basa berteteskan air mata
Diriku kecil pun tak sanggup menanahan bendungan yang ada dimata tersebut
Kita sama-sama menangis
Diriku kecil dan aku, dalam ruang dan waktu yang aneh
Diriku semakin menangis dan berteriak
Bayang-bayang apa ini?
Memoar apa ini?
Kemana pergimu kawan?

Waktu kembali melemparkan ke sudut-sudut berbeda
Kali ini hanya aku A biasa kupanggil G atau B dan juga W
Kita bertiga memang selalu berangkat duluan
Karena panas, kita bermain dibelakang gudang
Membahas hal-hal yang tak penting
Dan sangat menyenangkan kala itu
Waktu kembali menampakan sisi jahatnya
Nyaman dengan memoar itu, tiba-tiba berpindah

Kali ini berada dirumahku
Terdengan suara panggilan dari G
Ah ternyata sudah jam 3
Saatnya bermain bola dan lanjut mengajak W ke rumahnya
Sungguh bayang-bayang yang membuatku menangis disore ini
Sekarang semuanya sudah menemukan dirinya
Bahkan menemukan orang lain
Kini ku hanya sendiri bertemankan kesunyian
Sunyi dalam bayang-bayang yang nyaman
Yang hanya bisa ku tangisi sore ini
Entah waktu akan membawa kemana lagi
Aku sangat merindu sore ini
Dan menangis
Tentu saja

Jepara, 28 September 2020. (Untuk W, R, A, B, W, P, H dkk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun