Impian suatu hari nanti

Setiap orang punya mimpi dan pimikiran, jadi jika sudah saatnya, kuingin hal ini terjadi saat diriku masih hidup, dan jika tak ada setidaknya masih ada tulisan ini yang menjadi buah pemikiranku. Baiklah ini dia:
  1. Hidupnya Simpul Ormada
  2. Sekolah Alternatif
  3. Mimbar Ekspresi
  4. Pemerataan Investasi Pertanian
Saat ini hanya 4 itu saja, mungkin bisa bertambah atau berkurang atau digabung, mungkin ditulisan ini sangat singkat, jika mau berdiskusi chat atau datang kerumah ya hehe

1. Pernahkah kalian merasa mahasiswa-mahasiswa daerah yang berkuliah di universitas besar tidak satu wadah dalam membangun kotanya? Saya tidak terjun jauh disana, tapi yang kurasakan sekarang seperti itu. Mahasiswa ormada yang tentu dengan intelektualnya dan masa emas usianya perlu satu wadah untuk membangun desa-desa dikabupatenya, mungkin problem utama adalah jarak dan jarang pulang kerumah, tapi mari kita agendakan 1 bulan sekali mengabdi di kabupaten kita sendiri, seperti pembuatan fasilitas umum didesa-desa, bantuan sembako, bersih-bersih pantai dll, tentu nanti ada sektor2 tertentu yang harus jadi program kerja seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dll. Kurasa alumni dan lima angkatan kuliah sangat-sangat cukup dalam simpul gotong royong dalam membangun desa sebulan sekali, pasti sangat menyenangkan membangun nafas gotong-royong yang telah lama terengah-engah dimasa usia emas ini.

2. Sekolah alternatif, ya benar, impianku sejak waktu kapan tak tahu pemikiran itu muncul. Tempatnya dirumahku sendiri, aku ingin membangun sekolah itu dirumah tempat tinggalku sekarang, cukup luas untuk anak-anak tetangga. Tak muluk-muluk seperti sekolah alternatif SALAM milik pak Toto Rahardjo, setidaknya waktu malam rumahku tempat mengerjakan tugas sekolah dan tempat les serta materi-materi revolusi diri sendiri. Pengajarnya bisa aku ataupum relawan-relawan ormada lainya yang sudah tersimpul seperti di no 1. Semoga nantinya akan besar dan berfokus pada sastra yang nantinya akan tampil di mimbar ekspresi tiap malam minggu yang dijelaskan di no 3.

3. Mimbar Ekspresi
Bertempat di depan rumahku, panggung kecil untuk tempat berkumpul mendiskusikan hal-hal penting semua mahasiswa ormada. Yah jujur saja mencontek dari sistem maiyah hehehe, dan diawalnya ada murid-murid sekolah alternatif yang menampilkam puisi, tarian, nyanyian dll yang telah mereka pelajari di sekolah alternatif. Kurasa tempatnya cukup dengan backdrop dan cahaya beserta sound kecil yang menumbuhkan pemikiran beserta cintanya. Mungkin seperti maiyah hanya saja forum pemuda daerah untuk merumuskan pengembangan desanya.

4. Aku membayangkan ada seorang yang bisa mengelola jalanya investasi tiap kecamatan yang potensial dalam bidang pertanian dan perikananya, sangat membantu mbah-mbah petani dalam mencari pekerjaan dan tentu dengan upah yang tinggi karena disuntuk investor dibidang pertanian. Lanjutnya diobrolan pribadi saja hehehe, jika ada waktu mungkin kujelaskan rincinya dari no 1 sampai 4.

Pemikiran yang minim mungkin, tak seperti orang-orang hebat yang sudah menjalankan pemikiranya, masih belum, tunggu nanti, apakah cuma sekedar tulisan atau memang terwujud, dan bisa juga omong kosong.

Jepara, 25 Oktober 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun