Dan Mungkin Esok Hari
Dan mungkin esok hari
Kupu-kupu kayu dapat terbang dengan kedaulatanya
Dapat kesana kemari secara merdeka
Tanpa intervensi dari psikis dan keadanya
Atau mungkin esok hari
Kupu-kupu kayu mati kelaparan dan keputusasaanya
Terkubur dalam tanah dengan jajahan pilihanya
Juga terseok-seok oleh keadaan yang tak dikuasainya
Dan mungkin esok hari
Bunga tumbuh ditembok beton yang keras
Menghancurkanya dari dalam dengan akar dan batangnya
Biji-biji bunga yang ditabur suksek merobohkan tembok dengan mekar bunganya
Atau mungkin esok hari
Bunga tak tumbuh di tembok beton itu
Bunga mati melawan tembok beton yang kokoh
Dan jutaan biji bunga tak tumbuh di tembok tersebut
Dan mungkin esok hari
Sawah-sawah kembali berjaya dengan menggulingkan pabrik-pabrik
Suara gemersak padi karena terpaan angin tanda menangnya sawah atas pabrik
Para pegawai pabrik menjadi para petani dengan bahagia
Atau mungkin esok hari
Sawah-sawah kalah dalam pertempuran melawan parik
Tak ada bunyi padi yang diterpa angin, hanya panas pabrik yang terasa
Petani semakin sedikit dinegeri agraria ini
Dan mungkin esok hari
Diriku menang melawan diriku
Sebuah kemenangan telak
Jalan panjang telah ditempuh
Atau mungkik esok hari
Diriku kalah melawan diriku
Tamparan keras dari rival abadi
Juga pukulan telak kurasa
Tapi bukankah ini perang panjang?
Kalah bisa berarti menang bukan?
Atau memang kemenangan itulah yang sebenarnya kalah?
Tapi dilain hal orang tua dijogja itu pernah berkata
Tak mau menang apalagi mau kalah
Begitu bukan?
Jepara, 26 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar