Menarilah Fantasi
Awalnya, jujur lagu Poli Fono Foto Fantasi selalu aku skip dalam mendengarkan album 3 FSTVLST, tapi disatu sore yang mendung sambil sepedaan waktu lagu ini diputar saat tiba dijalan pantai Teluk Awur yang sepi dan damai, aku menemukan liriknya yang sangat dalam. Lirik yang dipenuhi dengan gambaran “resolusi rendah”, “bayangan”, dan “khayalan” membawa kita masuk ke dalam ruang batin manusia yang tidak sepenuhnya jernih. Masa lalu dan masa depan hadir bukan sebagai sesuatu yang pasti, melainkan sebagai pantulan samar—seolah hanya serpihan dari realitas yang tidak sepenuhnya bisa digenggam. Dalam kondisi ini, manusia sering kali hidup di antara dua kutub waktu: terikat oleh bayangan masa lalu dan ditarik oleh fantasi masa depan, tanpa benar-benar berpijak pada kesadaran saat ini. Namun justru di dalam ketegangan itulah muncul satu pelajaran penting: bagaimana menempatkan masa lalu dan masa depan secara benar dalam kehidupan. Dalam Al-Qur’an, khususnya Al-Baqarah ayat 134, ditegaskan bahw...


Komentar
Posting Komentar