Dialektika Waktu Bukan Aku Tapi Aku



Arsip 4&5 Mei 2019, di angkringan ISI Surakarta waktu itu

Sampai benar-benar lupa pernah menuliskan tulisan ini, seperti bukan aku pada saat ini, tetapi memang benar aku. Substansi optimisme dan harapan sangat berbeda denganku saat ini, dan berkah ditemukanya tulisan ini juga sebagai pengingat dirimu sungguh bodoh dimasa sekarang. Aiihhh terimakasih kawanku okky, ayu dan yahya, aku berjalan sangat lamban saat ini, bahkan berhenti bahkan berbalik mundur.

Kau berlari sangat cepat kawanku ehehehe, senyum tertawa karena terharu kalian sangat jauh didepan, bukan iri ataupun pembanding pada diri ini malah sebaliknya bahagia dan penuh haru melihat kalian berlari sungguh cepat. Kadang juga rindu membicarakan kehidupan di angkringan ISI, 3 kampus 4 jurusan, eh bukan-bukan 4 kampus 4 jurusan aku lupa malam itu ada junior kita dari Untidar Magelang yang berlibur kesolo, bahkan saat ini masih lupa siapa nama dari orang tersebut.

Arsip ini juga sebagai saksi bahwa kalian sungguh luar biasa sebagai pemuda yang berhasil menemukan dirinya, ahhh terlalu berat, aku rindu saat kita berbicara duluan mana antara cinta dan rindu hahahaha. Selamat atas pencapaian-pencapaianya ky, yu, ya. Kurasa memang aku hanya bayangan dibalik cahaya-cahaya kalian.

Jepara, 12 November 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun