Saatnya Berjalan Kembali

Seperti sebuah perjalanan yang panjang
Saatnya bangun dari jegalan batu yang menyungkurkan
Kembali berjalan lagi, dengan pelan
Menjadi manusia-manusia biasa
Dengan segunung nikmat dan penderitaan dunia

Tak banyak dikenal, dan tak ingin terkenal
Secukupnya adalah kata yang mewakili semua
Falsafah jawa "sak madyone" juga mewakili
Dosa? Kukira saatnya menebus kesalahan itu
Tak apa

Sedikit teman dengan saling membantu secukupnya dan sebisa-bisanya
Lalu apa lagi? Pendamping? Pacar? Kekasih?
Aku bingung memilih kata yang tepat untuk tulisanku yang ga nyastra-nyastra banget ini hahahaha
Kurasa setelah kepergianmu sosokmu sangat tak terganti, sosokmu yang dewasa

Kurasa suami mu sangat beruntung memilikimu
Mendapat semua belas kasih kedewasaan
Kurasa aku yang tak pantas memang dulu melanjutkanya
Saatnya menyingkirkan dulu bahasan cinta lawan jenis ini
Kurasa akan begitu "budrek" kalo kata mas sabrang
Jadi ya back to basic saja, seperti jati dirimu

Saatnya bekerja saja, membaca buku, bermanfaat, berbagi dll.
Melanjutkan apa yang sudah dimulai
Kembali berjalan lagi
Setelah bertahun-tahun tersungkur dan berjalan pelan
Saatnya berjalan
Terus berjalan
Walau nanti
Jatuh lagu
Berjalan lagi
Berjalan

Banjarsari, 24 November 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun