Pria kurus diseberang jalan
Terlihat menunduk pria kurus itu
Menatap tanah yang dipijakinya
Rambutnya berantakan bak reruntuhan perang
Tanganya kurus, cukup tinggi dan wajahnya lusuh penuh debu
Entah apa yang membuatnya terus menunduk
Apakah sebuah kemerdekaan diri terlihat seperti orang gila
Ataukah rasa rindu pada ambisi-ambisi masa lalu
Baju compang-campingnya membuat angin malam senantiasa menyelimutinya
Jalanan tempatnya mencari-cari jati diri
Entah sudah berapa purnama pria kurus itu tak mandi
Menunduk sunyi disamping sorot lampu kuning jalanan
Gerimis sedikit membasahi dirinya yang sedang berteduh dibangunan seberang jalan
Sebuah kemerdekaan dan otentikasi semoga senantiasa ada dalam dirimu
00.48 WIB • Jepara, 19 Desember 2020
Komentar
Posting Komentar