Tangisku Bertemankan Muria

Perawakanya tampan, rambut tersisir pendek rapi, berjas dan berdasi hitam
Tampak senyum bangga karena kelulusanya
Orang yang selama ini dianggap bodoh sekarang jauh melampauiku
Menyelesaikan candu sekolah dalam empat setengah tahun

Dijalan arah kerja ini, disamping kanan ditemani gunung muria
Tangisku bertemankan muria kali ini
Bukan masalah benci akan kebahagian saudaraku sendiri
Tapi kumenangisi diriku sendiru atas nama otokririk
Mungkin hanya puisi-puisi sampah yang telah kulalui dengan ikhlas

Sangat berbeda sekali denganku saat ini saudaraku itu
Selalu diidam idamkan orang-orang tua karena kerapian pendek rambutnya
Juga perawakanya yang gagah dan berkulit seputih awan
Jauh seperti ku, berambut gondrong yang nanggung, kurus, serta kegelapan bersemayam dalam kulitku
Serta jiwaku mungkin?

-Arah Jalan Kerja Mayong, 24 Desember 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun