Kepala yang Tersandar di Tembok Tempat Wudhu

Kupikir air bisa meluruhkan segala bekas-bekas luka yang tersayat
Jaraknya 11 langkah dari tempatku bersila duduk diam hampir sejam
Waktunya diantara dzuhur dan ashar
Bertempat di masjid samping kantor yang cukup dekat dan sepi

Dan saat menyandarkan kepala ditempat tersebut, semua terlihat seperti film yang begitu cepat selang waktunya
Terlihat saat-saat membuka warung kala puasa di depan SD Ngoresan
Orang-orang tampak tersenyum bahagia, tak lain juga dengan dirimu ky okky, kawan yang mewarnai  warna indah dalam lembar ini

Semua berjalan begitu cepat, sangat cepat dan sampai terlewat momen-momen yang detail
Terlihat juga saat hampir tertabrak mobil di UTP saat mengantarkan ayu ke terminal karena ayahnya sakit
Tak hanya itu, caci maki dan hinaan juga terlontar dari mulut mobil yang hampir bertabrakan denganku

Saat-saat itu begitu lelah dan begitu merepotkan, sesal dan padat pikiran memenuhi otak dan hati ini
Semakin cepat dan begitu cepat memori-memori yang berputar
Entah sudah berapa menit kepala ini tersandar
Setelah hati dan pikiran kembali  lagi keraga awal ini, membasuh mata dengan air sungguh sangat membantu

Entah berapa menit semua momen itu terputar dalam kecepatan yang cepat
Banyak yang terlewat dan terlupa karena cepatnya
Dilihatkan memori yang terlewat lagi sungguh menambah ketegaran hati
Terimakasih Tuhan telah memutar kembali memori itu dalam beberapa menit saat kepala ini tersandar

Mayong, 17 Februari 2021 • 14.27

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun