Pada Akhirnya
Sungguh lelah berhadapan dengan realita, berhadapan dengan kecurigaan dan sindiran-sindiran dari orang yang kau sayangi, berhadapan dengan perlomban ini.
Sungguh ingin ku membalas sindiran-sindiran tersebut tapi buat apa? Membuktikan dirimu paling benar? Atau untuk apa? Sudahlah.
Memang sebaiknya diam dan berpura-pura dirimu yang paling salah saja, juga berpura-pura punya hati besi yang tahan dengan sindiran-sindiran tajam orang yang kau sayangi. Hahaha padahal serapuh ranting pohon musim panas.
Sudahlah, pada akhirnya dirimu memang orang paling jahat, orang paling buruk, orang paling bodoh juga orang paling disalahkan oleh orang lain.


Komentar
Posting Komentar