Untuk Hal yang Sebenarnya Kau Tak Tahu
Untuk hal yang sebenarnya kau tak tahu
Seperti masalah diremehkan seseorang
Atau sedang dijatuhkan oleh rekan kerjamu sendiri
Masjid adalah tempat yang tepat untuk kau merenung
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya juga saat diperantauan
Jika diruntut dari dulu pun seperti pengulangan yang konsisten
Hanya saja waktu dulu lebih mesra lagi dan lebih sunyi
Tak kenal siapa orang dekat dan saudara dari keluarga
Dan mungkin masalah yang terjadi lebih sulit dari ini
Seperti saat motor tua mu diservis 2 minggu dan kau tak ada uang
Juga yang kutahu tentang makna kesedihan adalah menyembunyikanya serahasia mungkin
Bahkan kalau bisa, jiwa pun jangan sampai tahu kesedihanmu
Karena realita terus berputar tanpa tahu dirimu sedang bersedih atau terpuruk
Semua sama dan semua selalu berputar
Dan selanjutnya, merasa paling yang tersakiti adalah perasaan yang sia-sia
Memang sedih yang dirasa pun sangat menyakitkan, tapi apa daya jika semua selalu berlari tanpa peduli kau jatuh atau tersungkur
Masjid sebelah kantor yang jaraknya cukup dekat memang membawa ku ke memori dulu
Setelah banyak diremehkan, banyak disakiti, banyak dimanfaatkan saja, masjid selalu menjadi tempat perenungan agung
Seperti diri ini tak pantas saja menikmati renungan didalam masjid ini
Dosa-dosa yang semakin bertambah semakin menambah ketidakpantasan diri
Maafkan aku Tuhan, biarkan hambamu ini menikmati sunyi rumahmu
Sunyi yang sebenarnya lantunan orkresta megah dan penuh cahaya
Ampuni diri ini Tuhan
Atas semuanya
Mayong, 17 Februari 2021 • 13.58
Komentar
Posting Komentar