Haii
Haii dunia aksara
Kembali lagi dengan segenap perasaan derita
Tak ada yang melihat tulisanmu kecuali Tuhanmu sendiri
Begitu asyik bukan kesunyian ini
Hanya ada kamu dan Tuhanmu saja
Kembali berkeluh kesah melalui tulisan
Bisa kubilang semua berasal dari dia, tunggu tunggu, ya berasal dari diri sendiri tentunya
Kesalahan tiap langkahnya memupuk gunung penderitaan yang tinggi didasar laut
Kata derita menjadi teman kedua ku setelah kesendirian
Tapi tak tahu, hal-hal yang menyangkut kesedihan selalu memunculakn tulisan-tulisan seperti ini
Tapi, siapa juga yg mau menderita agar tulisanya dapat muncul kembali, hahahaha
Kali ini benar-benar sedih, risau, takut
Takut dengan sedihnya orang-orang dikeluarga, tentu yang paling berjasa dan besar sekali hutangku kepada keluarga
Juga masalah kerja, pasti hal-hal yang memusat padaku adalah sumber masalah, sumber kebencian, em tapi kukira aku pantas mendapatknya karena diriku yang buruk ini, tak sopan, ngeyel, dan selalu sok bisa.
Kebenaran memang pahit, begitu pahit, tapi sudah biasa untuku karena sejak dulu meminum pil pil pahit kehidupan
Tapi jika itu terminum oleh keluargaku tentu sangat bersalah dariku
Melihatnya meminum pil pahit juga, apalagi karena anaknya ini
Sudah berapa ribu saya meminta maaf kepada mereka, tetap saja saya melakukan kebodohan yang sama
Mengikuti konsep-konsep modern yang mbundet dan asu sekaliii
Mari menelan pil pahit dan bodoh itu lagi nanti malam beserta penderitaanya hahaha
Selamat menikmati
Surakarta, 19 Agustus 2022
Komentar
Posting Komentar