Mensyukuri Kepergian

Sebuah kabar datang dari seorang teman
Tentang kepergian mu ke negeri orang yang cukup jauh
Aku lupa siapa yang persis mengucap kabar itu dan saat kapan
Tapi kita semua sepakat jarak dan waktu hanya ilusi-ilusi pikiran
Sebenarnya kita sudah satu dalam semua semesta ini termasuk waktu
Tak ada aku dan kamu, bahkan tak ada kita, tak ada konsep sampai bahasa

Soal raga yang terpaut jauh antara indonesia dan korea juga konsep-konsep pikiran kita
Kukira mensyukuri kepergian adalah hal yang seharusnya dilakukan
Semoga kita selalu dalam ruang kosong sunyi yang tanpa pikiran dan konsep-konsep modern
Semua berjalan dengan kejernihanya, berjalan sebelum pikiran, sebelum kata dan bahasa
Disana kita semua seperti cermin yang jernih, merefleksikan segala sesuatu dengan apa adanya

Karena sudah tak ada lagi konsep aku kamu bahkan sebelum pikiran, kita menemukan cinta disana
Mungkin konsep cinta dan tulisan ini juga terbahasakan aksara, tapi marilah kita kosong kembali
Diam saja diruang kosong sunyi ini, jika sudah disini, banyak cinta yang datang juga damai
Masa lalu sudah tak ada apalagi masa depan, jarak dan waktu juga, semua kosong sunyi
Yang ada hanya saat ini dan yang kau lakukan saat ini juga

Mengenai kepergian, jika sudah dalam ruang kosong itu semua jadi jernih
Kepergianmu dalam cermin yang kosong ini refleksi tentang cintamu pada keluargamu, saudaramu juga temanmu
Jadi tak apa, rindu dan cinta selalu ada dalam ruang kosong ini.
Jarak dan waktu hanya konsep-konsep manusia modern yang kadang jadi jebakan bagi diri masing-masing
Selamat jalan Mas Danu
Hati-hati dijalan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun