Menagih Idealisme

Kau pernah berkata dulu
Altruis sebagai nafas dan hati nuranimu
Bahkan masalah percintaanmu dengan manusia
Realitas menagih semua idealisme itu
Tentang tak menikah, membantu yang membutuhkan tentu dalam lingkaran diam dan sunyi
Tak semua orang tau, hanya kau dan Tuhanmu saja yang tahu
Sekarang, kau goyah

Tapi berbagai perenungan membuahkan sebuah identitas baru
Identitas idealisme yang katanya mewah saat masih muda
Lantas jika sudah tua apakah kemewahan terakhir itu akan hilang?
Seperti yang dibicarakan Tan Malaka
Tapi kurasa idealisme juga harus berkembang?
Lantas kau akan jatuh cinta lagi?
Seperti dua tahun yang lalu?
Suara-suara tagihan dan jawaban saling mengadu kebenaranya
Jadi lihat saja esok hari
Semoga membangun esok hari senantiasa terbantu
Dengan apapun idealismenya

Surakarta, 30 Oktober 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun