Dipenghujung Tanggal Satu Ini

 

Dipenghujung tanggal satu ini, mengawali bulan maret hampir saja aku menuliskan tulisan ini, tulisan untuk mengasah otaku, apapun itu akan kutulis untuk sedikit mengasah pikiran. Oh iya Karena mouse yang kubeli dari Lazada sudah datang, aku langsung mencobanya dengan membuat peta di Arcgis, ya lumayan ternyata kemampuanku masih bisa diandalkan walaupun masih dengan melihat tutorial di youtube.

Kemudian berita hari ini mungkin vokalis dari soegi bornean mengundurkan diri, dari dulu aku suka lagu-lagunya yang cukup berbeda dari band-band lainya, cukup mengagetkan dan membuatku kecewa karena band itu tak utuh lagi.

Lalu masih dengan hal-hal politik, dalam pidatonya prabowo kembali gandrung akan swasembada pangan, dulu di Gambang Syafaat aku membagikan pengalanku kerja di bidang F&B yang professional, dan sekarangpun masih bekerja dibidang itu, dan permasalah utama yang kusorot adalah tentang food waste, aku cukup geram waktu awal-awal bekerja disana, setelah jam tutup restoran makanan yang tersisa diluar expirednya atau diluar holding timenya akan di waste dan ditimbang terlebih dahulu, aku sebagai orang dijalan altruis yang suka berbagi makanan ke orang-orang jalan sangat terlukai akan hal itu. Bagaimana tidak, makanan yang masih layak pun masih harus terbuang dengan alasan meminimalisir cheating yang dilakukan oleh karyawan, sebuah system yang mmenurutku tak beretika sama sekali, baik secara system ekonomi yang professional untuk mencegah oknum-oknum mencuri bahan makanan memang, tapi bayangkan saja, resto yang sudah menginjak di angka seratus lebih diseluruh cabang di Indonesia harus membuaung makanan tiap malamnya.

Mungkin jika berkaca dinegara maju seperti perancis menurutku lebih beretika dalam dunia bisnis makananya, ada sebuah kebijakan yang meringankan pajak disetiap restonya jika menynumbangkan makanan yang akan di waste tiap malam ke lembaga yang bisa menyalurkanya. Sebagai manusia yang terlahir dibudaya timur hal itu sangatlah tak beretika menurutku, dan tak hanya di tahun ini, sejak dulu sudah seperti itu, akan sangat menjengkelkan jika melihat orang-orang yang masih kelaparan diluar sana, dan bahkan tak sedikit karyawan ditempatku bekerja masih membutuhkan makanan yang layak untuk kehidupan sehari-harinya.

Kali ini aku diburjo area tembalang, masih dekat dengan lokasi kosku juga, aku disini mungkin dari jam 9 malam, karena mouse baruku sudah datang, tiga hari sebelumnya aku membelinya lewat lazada, dan setelah aku membongkar laptopku kemarin, driver pada touchpad sedikit terganggu tak tak terbaca. Jadi aku memulai dan mengetesnya dengan membuat peta di arcgis, mungkin peta pertamaku akan kushare juga nanti.

Selalu amburadul tulisanku hahaha, ya tidakpapa, setidaknya aku mencoba merutinkan mengetik dan menulis apa saja ditiap harinya. Sekarang sudah pukul oo.29 dini hari dan aku  masih di burjo di tembalang, memang berbeda suasana dari kosku jika masalah menulis, dikos kadang aku bisa menulis secara mabuk dalam batin dan pikiranku karena kesunyianya, disini mungkin sedikit mabuk, tapi kedistraksi dengan ramai orang dan lagu rock dari burjo durian ini.

Berbicara tentang pekerjaan, aku jadi rindu kepada mas komar, dulu aku satu kos denganya waktu disolo, mas komar menurutku termasuk manusia yang otentik dan ikhlas dengan pekerjaanya, aku bersyukur bisa mengenalnya dulu waktu kerja, kabar sekarang dia mau ke luar negeri untuk bekerja. Yang aku rindukan juga dari mas komar adalah dirinya pintar dalam bermain music, juga keihklasanya pada pekerjaan dulu. Walaupun betapa gusarnya dulu dia di pekerjaan tapi, tapi mas komar sangat bermartabat dulu, dia menjalankan pekerjaan dengan cinta, dengan sesuai prosedur yang berlaku, tidak sembarangan untuk bekerja. Banyak ilmu yang kuambil dari mas komar sebenarnya.

Juga dulu aku sempat kerumahnya di sragen, mas komar terbilang hidup dikeluarga yang kurang mampu, rumahnya masih berlantaikan tanah, dinding-dinding kayu, lalu jika hujan masih bocor sana sini, yang kuingat aku dua kali kerumah mas komar, merokok bersamanya dirumah sederhana dengan suasana pedesaan dipelosok sragen membuatku berwarna dalam lembar sejarahku.dan ketika aku merokok sampoerna strawberi aku selalu teringat mas komar dan ketika dirumahnya sragen.

Semoga kamu sehat dan berbahagia mas komar, aku disini tak bisa membantu apa-apa, semoga kamu masih otentik seperti dulu dan bermain music dengan hati dan pikiranmu yang otentik juga. Lalu jika dalam hal pekerjaan juga ada nama ronggur yang membuatku rindu juga, manusia yang gigih dalam bekerja keras menerjang kerasnya hidup.

Disini mempunyai warna yang berbeda, tapi yang kutakutkan juga adalah tiap pertemuanku kurasa aku mengalami degradasi dalam bertemu dengan manusia. Kurasa disolo ada banyak manusia yang menururtku manusia yang merdeka seutuhnya, seperti mas khaq, alan, ronggur, komar dll. Selalu berkesan dalam lembar sejarahku, disinin bahkan  di lingkungan maiyah aku jarang menemumkan orang-orang yang sudah kusebutkan tadi. Jujur aku merindukan momen-momen seperti bertemu dengan mereka semua itu.

Apakah ini salah satu efek lubang yang kugali juga? Lubang hitam penuh dosa apakah berpengaruh dengan pertemuanku dengan manusia, kukira omongan bertemu orang baik termasuk rejeki itu benar adanya, aku baru menyadarinya, dan pertanyaan besar selanjutunya adalah apakah jalan dosaku menghambatku untuk bertemu dengan orang-orang baiik lagi? Tak tahu disini tiap pertemuan dan berkegiatan di perkerjaan selalu rugi menurutku, rugi dalam warna karakter dari pertemuan itu sendiri sampai pada rugi ketika salah-salah dalam pekerjaan yang membuatku rugi juga dalam uang, jika benar itu adanya, maafkan aku tuhan, maaf telah membuatmu murka, aku terlalu sombong sebagai manusia juga, aku takut aku semakin jauh darimu, dan tentu aku tak bisa hidup jika sangat jauh jaraknya,, mohon ampuni aku tuhan, ya allah, ampuni hambamu ini.



 

Banyumanik, 1 Maret 2024

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun