Berdaulat Diatas Rindu(5)

Tuhan
Aku percaya bahwa jatuhnya titik embun sudah Engkau rencanakan
Aku juga percaya bahwa tarian konstelasi alam semeta karenaMu
Sampai pada tatanan rasa cinta yang tak terberitakan
Tapi kenapa diriku selalu lalai dari hal-hal itu
Hal-hal kepercayaan yang harusnya kutanam dalam kesadaran

Tuhan
Maaf karena sering melupakan ruang-ruang yang terlewat
Maaf karena sering melewatkan waktu-waktu yang menyintas
Maaf juga karena tak melihat hulu dari dialektika peristiwa
Hulu yang menuju kepada Engkau, yang sering kutersesat karenanya

Tuhan
Aku juga berterimakasih kepadaMu
Terhadap air yang Kauberikan disepanjang jalan menuju hulu
Air sungai yang menjadikanya penunjuk jalan kehulu
Sering kuangkuhkan karena kesadaran egoisku
Sering juga kuberjalan menjauhi sungai karena landai
Padahal jelas tanjakan pinggir sungai membawaku kehulu
Maaf karena itu

Jepara, 22 Mei 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun