Untukmu Ibu(2)

Disenjakala ramadhan ini begitu damai
Perjumpaan dengan kawan-kawan lama
Saling menyambung dan mengikat simpul-simpul persaudaraan
Pantai pagi tadi hanyalah ruang
Sejuk pagi tadi hanyalah waktu

Dan untukmu ibu
Kali ini sangat senang melihatmu tertawa
Tidak lagi pertemuan yang diselesaikan rindu
Kadang momen-momen kecil mempunyai kerinduan juga

Hanya satu yang kusayangkan terhadap diriku
Selalu angkuh pada kerinduan yang terselesaikan
Tak mampu menyelesaikanya dengan sempurna
Kadang acuh tanda tak peduliku

Dibalik angkuhnya atas perilaku tersebut
Kukatakan lagi lewat puisi ini ibu
Aku sangat mensyukuri atas apa yang dilakukan rindu
Membuat diriku tersenyum didalam hati
Kembali badan sungguh angkuh

Andai saja ada gugatan hati kepada badan
Mungkin ada ribuan aksi yang berdemonstrasi menuntutnya
Sungguh tak berdaulat dan tidak jujur
Kadang hati harus menundukan perilaku
Agar berdaulat diatas rindu
Tentunya hanya kepadamu
Ibu

Jepara, 22 Mei 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menarilah Fantasi

terjebak

Mati diusia 27 Tahun